Landak  

Kasus DBD Capai 500 di Landak, Karolin Ajak Pemda dan Masyarakat Bersama-sama Tuntaskan DBD

Karolin Margret Natasa, pada penyuluhan dan pencegahan DBD di Kantor Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (23/11/23). (SUARAKALBAR.CO.ID/ist)

Landak (Suara Kalbar)- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Landak per 20 November telah terjadi 500 kasus dengan 9 korban meninggal dunia. Karolin Margret Natasa, ajak masyarakat lebih kenal DBD dan cara pencegahannya.

Tingginya kasus DBB di Kabupaten Landak, memicu perhatian serius bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Landak untuk melakukan upaya penanganan dan pencegahan agar tidak ada penyebaran kasus yang bisa menyebabkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Landak.

Diketahui beberapa wilayah kecamatan yang menjadi daerah kasus DBD terbesar yakni Kecamatan Ngabang, 141 kasus.

Kecamatan Menyuke, 84 kasus.

Kecamatan Sengah Temila, 60 kasus.

Kecamatan Mempawah Hulu, 51 kasus.

Kecamatan Menjalin, 31 kasus.

Kecamatan Sebangki, 26 kasus.

Kecamatan Banyuke Hulu, 23 kasus.

Kecamatan Meranti, 19 kasus.

Kecamatan Jelimpo, 18 kasus.

Kecamatan Air Besar, 15 kasus.

Kecamatan Mandor 14 kasus.

Kecamatan Kuala Behe 13 kasus.

Kecamatan Sompak, 3 kasus.

Berbagai upaya pencegahan semua lini di Kabupaten Landak, termasuk yang dilakukan Bupati Landak periode 2017-2022, Karolin Margret Natasa, pada penyuluhan dan pencegahan DBD di Kantor Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (23/11/23).

“Kami sangat prihatin dengan kasus DBD yang terjadi saat ini sangat tinggi dan sudah menelan korban jiwa. Untuk itu, kami mengajak pemda dan masyarakat untuk bergerak bersama menangani kasus DBD ini dengan melakukan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran DBD di Kabupaten Landak,” ucap Karolin.

Karolin menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Landak untuk mengkoordinasikan seluruh camat, kepala desa dan kepala puskesmas dalam menyikapi meningkatnya kasus DBD sebagai bentuk upaya penanganan dan pencegahan.

“Pemda Landak sebaiknya segera mengkoordinasikan seluruh camat, kepala desa dan kepala puskesmas agar dapat melakukan pemetaan wilayah yang menjadi daerah-daerah sebaran DBD dari desa hingga ke dusun sehingga dapat memberikan tindakan yang tepat dan cepat kepada masyarakat dalam menangani kasus DBD yang terjadi.” terang Karolin.

Lebih lanjut Karolin berpesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan serta melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta menggencarkan sosialisasi 3M plus yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

“Yang dimaksudkan Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, gotong royong membersihkan lingkungan, periksa tempat-tempat penampungan air, meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, dan menanam tanaman pengusir nyamuk,” pesan Karolin.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS