SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Pengamat: Sumber Daya Alam dan Infrastruktur Penggerak Ekonomi Kalbar

Pengamat: Sumber Daya Alam dan Infrastruktur Penggerak Ekonomi Kalbar

Sebagai Ilustrasi: Aktivitas di Pasar Puring, Pontianak Utara.[SUARAKALBAR.CO.ID/Zahrotun Nissa-PPL]

Pontianak (Suara Kalbar)- Pengamat Ekonomi  IAIN Pontianak, Eko Bahtiar mengatakan bahwa ekonomi di Kalbar pada tahun 2023 didominasi oleh beberapa sektor seperti pertanian, kehutanan, perikanan dan lain-lain. Terkait pengeluaran sendiri karena didominasi PK-RT, ekspor barang dan pengeluaran pemerintah.

“Struktur ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan II-2023 didominasi oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 19,73 persen, Industri Pengolahan 15,42 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 14,87 persen dan Konstruksi 12,32 persen. Sementara dari sisi Pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yaitu sebesar 49,93 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 31,78 persen, Ekspor Barang dan Jasa sebesar 13,32 persen dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 11,36 persen,” tuturnya.

Eko menjelaskan bahwa Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat (Kalbar), yaitu Sumber Daya Alam, Infrastruktur, Industri Perkebunan, kebijakan pemerintah, pariwisata dan terampilnya para tenaga pekerja.

“Kalbar memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk sawit, karet, kayu, bauksit, dan produk pertanian lainnya. Industri Perkebunan sebagai salah satu penghasil minyak sawit terbesar di Indonesia. Fluktuasi harga minyak sawit dan permintaan internasional memengaruhi sektor ini. Pembangunan infrastruktur, seperti jalan, pelabuhan, dapat meningkatkan konektivitas dan memudahkan distribusi barang dan jasa. Potensi pariwisata Kalbar, terutama yang berkaitan dengan keindahan alam dan budaya, dapat memberikan kontribusi signifikan pada ekonomi jika dikembangkan dengan baik. Kebijakan pemerintah, baik tingkat provinsi maupun nasional, dapat memengaruhi iklim investasi, regulasi bisnis, serta insentif bagi pengembangan sektor-sektor tertentu dan keterampilan tenaga kerja juga memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi Kalbar,” jelasnya.

Menurut Eko, memiliki starategi pembangunan akan sangat membantu dalam mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

“Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalbar, penting untuk memiliki strategi pembangunan yang mempertimbangkan faktor-faktor ini secara holistik dan berkelanjutan. Selain itu, kerja sama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal juga penting untuk mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan