Ikuti SEC 2023, Penggiat Kostum Kreator asal KKU Rela Habiskan Rp 10 Juta
Kayong Utara (Suara Kalbar) – Herry Purwanto, penggiat kostum kreator asal Kabupaten Kayong Utara rela menghabiskan uang sekitar Rp 5-10 juta demi mengikuti ajang Singkawang Etnic Carnival (SEC) 2023 di Kota Singkawang, Sabtu (21/10/2023) lalu.
Herry mengakui alasan costum yang ditampilkan merupakan salah satu icon akar budaya yang kuat di Kalimantan Barat dan juga mengakui kostum Telawang atau Perisai yang dikenakannya itu hasil rancangannya sendiri.
Sebanyak 23 kontestan mengenakan kostum karnival dengan berbagai kostum diantaranya suku antara lain Dayak, Tionghoa, Melayu dan Nusantara, dalam balutan tema “Harmony in Diversity”.
Menariknya kata Herry, meskipun seorang kustom kreator dirinya juga seorang ASN aktif. Ia mengaku memiliki semangat yang kuat dalam mengekspresikan hoby seni tersebut sebagai penggiat kostum kreator dengan aktif dan konsisten berkarya walaupun memiliki sejumlah tantangan salah satunya membagi waktu untuk bekerja dan berkarya.
“Saya tentunya selalu berusaha aktif dan konsisten berkarya walaupun tantangannya lumayan banyak. Apalagi di daerah kita bukan daerah seperti pulau Jawa, sehingga seni carnival atau Karnaval ini belum begitu trend,” paparnya.
Selain hari libur, kata Herry, dirinya memanfaatkan waktu malam hari untuk berkarya. “Saya sudah rindu berkarya, selain hobby, membuat dan mengenakan kostum karnaval ini ada kepuasan tersendiri, memiliki nilai seni tersendiri. Ini juga bagian dari ekonomi kreatif, penunjang kepariwisataan,” jelasnya.
Herry juga menceritakan tentang tema dan desain custom yang dikenakanya itu, Ia menjelaskan pembuatan kustomnya juga dibantu oleh sketches yang handal dan berpengalaman.
“Untuk sketsa desain saya berkonsultasi dan dibantu oleh salah seorang Sketches berbakat di Kota Malang Jawa Timur yang berpengalaman mendesain nasional kostum para pegeant tanah air maupun pegeant internasional,” katanya.
Ia mengatakan untuk proses produksinya dibantu oleh kostum kreator di Surabaya, sedangkan assesoris lainnya pada kostum dayak ini adalah buatan tangan saya sendiri (handmade),” jelasnya.
Karena hobinya itu, Herry mengungkapkan untuk kostum yang dirancangnya, masih memiliki keterbatasan modal (menggunakan modal sendiri), Ia bahkan harus menyicil dan menabung untuk menjadikan sebuah kostum yang bagus.
“Sejauh ini saya masih pakai modal mandiri, nabung dan nyicil membeli bahan-bahan yang diperlukan, untuk satu kostum karnaval ia bisa menghabiskan dana sebesar Rp 5-10 juta, bahkan bisa lebih,” paparnya.
Hobi sebagai kostum kreator yang digeluti sejak tahun 2018 itu, juga telah sempat memenangkan beberapa lomba dan event besar meskipun sempat vakum akibat pandemi covid beberapa waktu yang lalu.
“Sudah lama vacum karena Covid-19 kemarin, sehingga tidak ada event yang diikuti, namun selama dua tahun covid, saya sempat menjuarai berbagai ajang diantaranya Lomba Desain Busana Etnik Tenun Kalimantan Barat 2021,” katanya.
Juara lomba Desain Baju Kerja Tenun Kalimantan Barat 2022 dan menjuarai Lomba Motif Kain Khas Kalimantan Barat tahun 2022, bahkan beberapa kostum karnavalnya juga pernah menjuarai ajang tingkat provinsi serta beberapa desainnya dibeli pihak luar daerah.
“Karya itu adalah abadi, ia akan menjadi bukti nyata untuk anak cucu kita, apa yang kita lakukan hari ini adalah sejarah dan budaya bagi masa depan, jadi lakukanlah apapun yang kita bisa, pesan Herry untuk generasi Jangan berharap apa yang kita dapatkan, tapi percayalah suatu saat nanti akan ada buah dari hasil karya kita ini,” paparnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






