Dikbud Sanggau Sosialisasi Aplikasi SIAP Sekolah
Sanggau (Suara Kalbar) –Dalam rangka menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten Sanggau, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sanggau melaksanakan sosialisasi aplikasi sistem informasi anak putus sekolah (SIAP Sekolah) di aula SMPN 1 Sanggau, Selasa (10/10/2023).
Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sanggau, Alipius menyampaikan terkait masih rendahnya tingkat Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sanggau dimana masih berada di peringat 10 dari 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat yang salah satu penyebabnya adalah sektor pendidikan.
“Sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sanggau yakni Sanggau maju dan terdepan, dimana salah satu misi yang tergambar dalam seven brand Image Kabupaten Sanggau yakni Sanggau pintar, maka dalam aplikasi SIAP Sekolah ini dalam upaya mendukung kelancaran tugas penurunan anak putus sekolah, maka project leaders dalam proyek perubahan ini membuat sebuah inovasi dalam bentuk aplikasi yang dinamai dengan SIAP SEKOLAH,”ungkap Alipius.
Anak putus sekolah kata Aipius, secara umum dapat diartikan sebagai kondisi dimana peserta didik keluar dari suatu sistem pendidikan formal sebelum mereka menamatkan pendidikan sesuai dengan jenjang waktu sistem persekolahan yang diikuti.
“Disamping definisi tersebut dalam kaitannya dengan wajib belajar 9 tahun dan wajib belajar 12 tahun, putus sekolah juga dimaknai tidak dilanjutkannya pendidikan dari satu jenjang pendidikan yang lebih rendah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,”ucapnya.
Maka dari itu, perlu strategi penurunan anak putus sekolah, permasalahan anak putus sekolah merupakan permasalahan yang komplek dan saling keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu dalam penanganan anak putus sekolah tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh Dikbud Kabupaten Sanggau saja namun harus melibatkan semua stakeholders terkait.
“Dalam membangun kolaborasi dan kerjasama lintas sektoral, baik dengan Forkopimda, OPD, lembaga masyarakat dan insan pendidikan lainnya agar bias lebih efektif dan optimal dalam mengatasi anak putus sekolah, Sebagai bentuk kolaborasi sesuai hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi lintas sektoral maka dituangkan dalam bentuk Satuan tugas (Satgas) bersama penurunan anak putus sekolah,”tutup Alipius.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






