SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Pertanian Kalbar Dukung Ekonomi Nasional, Harisson Ajak Berinovasi

Pertanian Kalbar Dukung Ekonomi Nasional, Harisson Ajak Berinovasi

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, memberikan sambutan dalam acara Seminar Internasional dan Rapat Tahunan (SEMIRATA) Bidang Pertanian BKS PTN Wilayah Barat di Ruang Teater I Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Kamis.[ANTARA]

Pontianak (Suara Kalbar)- Penjabat Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson, mendorong mahasiswa dan akademisi di provinsi tersebut untuk melakukan penelitian dan inovasi di bidang pertanian guna meningkatkan ketahanan pangan daerah dan nasional.

Dalam Seminar Internasional dan Rapat Tahunan Bidang Pertanian BKS PTN Wilayah Barat di Universitas Tanjungpura, Harisson menyatakan bahwa penelitian inovatif di bidang pertanian sangat penting agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kualifikasi pasar. Ia juga menekankan perlunya pembinaan kepada masyarakat melalui transfer inovasi teknologi pertanian melalui penyuluhan pertanian untuk meningkatkan produktivitas, pengolahan, dan pemasaran produk pertanian.

“Penelitian-penelitian inovatif di bidang pertanian sangat diperlukan agar dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan kualifikasi pasar. Selain itu perlu dilakukan pembinaan kepada masyarakat melalui transfer inovasi teknologi pertanian melalui penyuluhan pertanian dalam upaya meningkatkan produktivitas, pengolahan, dan pemasaran produk pertanian,” kata Harisson melansir dari ANTARA, Jumat(8/9/2023).

Harisson menegaskan sektor pertanian memiliki peran strategis penting dalam mendukung perekonomian nasional, mencapai ketahanan pangan, meningkatkan daya saing, menyerap tenaga kerja, dan mengurangi tingkat kemiskinan. Oleh karena itu pertanian harus dianggap sebagai bagian integral dari pembangunan ekonomi nasional.

Menurutnya, Kalbar telah berhasil mencapai surplus produksi padi sejak tahun 2020 hingga 2022. Pada 2022 produksi padi setara dengan 707.697 ton beras, sementara kebutuhan beras untuk 5,4 juta penduduk Kalbar sekitar 533.628 ton per tahun.

Capaian itu, lanjutnya, menjadi landasan untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan produksi pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kalbar.

Namun, diakuinya, sektor pertanian juga dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan perubahan teknologi.

Oleh karena itu Harisson menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pengajaran yang harus selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia mengapresiasi penyelenggaran seminar Internasional bidang pertanian dan ketahanan pangan dan berharap mendapat masukan berharga bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar.

“Hasil dari seminar ini diharapkan dapat memberikan masukan penting bagi Pemprov Kalbar dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan kita. Mengingat ketidakpastian cuaca yang dihadapi di masa depan, kami sangat berharap agar ada penelitian terbaru yang mempertimbangkan cara meningkatkan produksi tanaman pangan dan pertanian untuk mengelola ketahanan pangan kita dengan lebih baik,” tuturnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan