Festival Toman Bakar di Kapuas Hulu: Gerakan Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting
Kapuas Hulu (Suara Kalbar) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar Festival Toman Bakar, yang melibatkan 580 ekor ikan toman sebagai bagian dari kampanye gerakan konsumsi ikan di wilayah tersebut.
Festival Toman Bakar ini adalah sebuah inisiatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein yang baik untuk kesehatan dan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi, terutama stunting. Ketua Tim Penggerak PKK Kapuas Hulu, Angeline Feemalco Diaan, menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan untuk membudayakan pola hidup sehat dan memperkenalkan ikan toman, yang memiliki sedikit tulang dan sangat cocok untuk anak-anak.
Selain itu, ikan toman bisa juga diolah menjadi bakso ikan dan kerupuk basah sebagai kuliner khas Kapuas Hulu.
“Persoalan stunting itu salah satunya penyebabnya pola asuh atau pun asupan makanan, makanya perlu adanya gerakan konsumsi ikan, makanan yang banyak mengandung protein,” ucapnya, melansir dari ANTARA, Senin(11/9/2023).
Dijelaskan Angeline, Festival Bakar Ikan Toman sengaja dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 51 tahun dengan tujuan agar gerakan makan ikan terus dikampanyekan hingga tingkat kecamatan dan desa oleh Anggota PKK Kapuas Hulu.
Selain diikuti oleh Anggota PKK se-Kapuas Hulu, festival tersebut juga diikuti oleh Organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi dilaksanakannya Festival To Bakar tersebut sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.
Dikatakan Fransiskus, Kapuas Hulu salah satu penghasilan ikan terbanyak di Kalimantan Barat dengan berbagai ikan jenis air tawar salah satunya ikan toman.
Dia juga menyatakan untuk mengatasi persoalan stunting bukan hanya tugas pemerintah, akan tetapi tanggungjawab bersama terutama peran PKK di Kapuas Hulu.
“Kami sangat mendukung gerakan mengkonsumsi ikan sebab itu salah satu makanan yang memiliki protein tinggi,” katanya.
Selain untuk pola hidup sehat, ikan juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dikatakan Fransiskus, sektor perikanan di Kabupaten Kapuas Hulu memiliki potensi cukup besar terutama untuk ekspor ke luar negeri melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau.
“Tidak hanya untuk ekonomi masyarakat sektor perikanan juga dapat menambah pendapatan asli daerah, karena untuk ekspor ikan mengalami peningkatan di PLBN Badau,” kata Fransiskus.
Berdasarkan data yang diperoleh, dari Bea Cukai Nanga Badau, Rabu (6/9/2023), bahwa sejak Januari sampai dengan Agustus 2023 tercatat hasil ekspor melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau perbatasan Indonesia-Malaysia, di wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mencapai Rp3,47 miliar dari 56,1 ton hasil pertanian dan perikanan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






