Asmadi Berharap Raker MABM Singkawang Hasilkan Program Jangka Pendek, Menengah dan Panjang
Singkawang (Suara Kalbar)- Ketua DPD MABM Kota Singkawang Asmadi berharap rapat kerja DPD MABM Kota Singkawang bisa menghasilkan program kerja Jangka pendek, menengah dan jangka panjang MABM.
Hal ini disampaikannya di dalam Rapat Kerja DPD MABM Kota Singkawang periode 2022-2027 yang berlangsung di Rumah Melayu Balai Serumpun, berlangsung sukses, Rabu (6/9/2023).
“Program DPD MABM Kota Singkawang selama kepengurusan kami, kata Asmadi, pertama adalah menggali dan melestarikan budaya melayu, kesenian tradisional, permaian tradisional dan adat istiadat. Sehingga mejadi nilai budaya yang berkualitas dan bermartabat,” ujar Ketua DPD MABM Kota Singkawang Asmadi.
Dalam menggali dan melestarikan nilai budaya tersebut, kata Asmadi, dimulai dari satuan unit pendidikan. Mulai dari jenjang TK PAUD, SD, SMP, SMA/SMK sampai di perguruan tinggi.
Asmadi yang juga kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang ini menerangkan, untuk melestarikan nilai nilai budaya melayu, melalui permainan tradisional, kesenian, dan melalui pengetahuan pakaian adat.
Mengenai pakaian adat di lingkungan sekolah Kota Singkawang ,papar Asmadi, bersandar dari kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini dikolaborasikan dengan pengurus pengurus adat.
“Baik itu adat Melayu, Dayak, Thionghoa dan 17 Paguyuban yang pelaksanaannya juga berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak seperti majelis seni budaya dan sanggar, termasuk dengan TNI/Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Karena apapun organisasi kita,”paparnya.
Asmadi tugas kita adalah menjaga keamanan, ketertiban, kedamaian, ketentraman masyarakat di mana pun kita berada
“Kebijakan berupa peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang pemakaian pakaian adat di sekolah sekolah,” jelasnya.
Adanya penggunakan pakaian adat di sekolah harus dikenalkan pakaian adat, yakni dalam rangka revolusi mental pemajuan kebudayaan. Namun yang mesti menjadi perhatian, pengenalan dan pemakaian pakaian adat dilingkungan sekolah tidaklah bersifat memaksa.
“Bagi orang tua murid yang tidak mampu untuk memenuhi ketentuan itu, silahkan saja seperti biasa, anak anak untuk tetap sekolah,”paparnya.
Salah satu sebab mengapa Asmadi pada akhirnya mau berperan aktif dan merasa terpanggil sebagai Ketua DPD MABM Kota Singkawang, lantaran karena penggalian dan pelestarian nilai budaya yang sangat bersinergis atau selaras dengan kebijakan pemerintah yakni kementrian pendidikan dan kebudayaan dalam rangka pelaksanaan atau implementasi pelestarian dan pemajuan kebudayaan.
“Karena saya sebagai orang melayu. Merasa terpanggil dengan sedikit kewenangan yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui Pj. Walikota, mantan walikota atapun dengan timnya mempercayakan saya di situ (MABM). Dengan kawan kawan masyarakat melayu. Kita tidak akan mungkin mengembangkan dan melestarikan nilai nilai adat dan budaya melayu, kalau kita sama sama tua karena pelupa dan banyak urusan. Tapi kalau pengembangan dan pelestarian nilai adat istiadat dan budaya dilaksakan di sekolah, dipastikan upaya tersebut dapat terlaksana ,” kataAsmadi.
Dikesempatan pembukaan Raker MABM Kota Singkawang, Asmadi pula menerangkan tahun pertama kepemimpinan kepengurusan DPD MABM Kota Singkawang masa bhakti 2022-2027, segera melaunching terbitan buku perdana MABM. Jika dalam empat tahun pelaksanaan program kerja DPD MABM Kota Singkawang, maka setidaknya empat buku yang akan dihasilkan. Hal tersebut, kata Asmadi, merupakan jejak rekam digital.
“Bahwa kami ada. Melayu ada karena karya, bukan hanya sekedar ngomong. Buktikan karya mu, terdokumentasikan, terarsifkan dengan baik ,” tegasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






