Sekda Bengkayang Minta Pendidikan Harus Berbasis Teknologi Informasi
Bengkayang (Suara Kalbar) – Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang Yustianus mengatakan kedepan kinerja sektor pendidikan baik dari sisi perencanaan, evaluasi, penilaian dan pengendalian semua sudah harus berbasis teknologi informasi.
Hal ini disampaikannya saat acara zoom meeting terkait dengan Implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II berkenaan dengan Inovasi khususnya dibidang Pendidikan, Jumat (18/8/2023).
Ia mengatakan transformasi digital tidak bisa dihindarkan lagi, maka semua elemen dan stake holder Pendidikan saat ini harus terus adaptif dengan digitalisasi.
“Saya sangat mendukung Upaya yang dilakukan Kepala Dinas dalam rangka akses untuk peningkatan mutu Pendidikan dengan digitalisasi kinerja kepala satuan pendidikan di Kabupaten Bengkayang,” kata Mantan Kepala BPKPAD Bengkayang ini.
Dia berharap sistem ini bisa dikembangkan bukan saja untuk kepala sekolah namun juga kepada guru ASN dan PPPK sebagai salah satu upaya penilaian kinerja di tempat tugas masing-masing.
Pemerintah daerah, kata Yustianus, sangat konsen dengan peningkatan mutu Pendidikan, apalagi sekarang Kemendikbudristek juga sangat akseleratif dalam proses trnasformasi digital dimana dalam kurikulum Merdeka sekarang diminta memanfaatkan platform merdeka mengajar.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Heru Pujiono menyampaikan bahwa selaras dengan Pencanangan Kemendikbudristek berkenaan dengan kepala sekolah dimana sudah tersedia sistem pengangkatan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah berbasis Teknologi.
Hal itu sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 dan Perbup Nomor 47 Tahun 2022 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah maka dari bakal calon-calon kepala sekolah yang tersedia data melalui Dapodik harus dinilai oleh Tim Pertimbangan Pengangkatan Kepala Sekolah yang diketuai oleh Sekretaris Daerah.
Menurut Heru Pujiono melalui sistem ini kami berupaya supaya kedepan akan tersedia data kinerja kepala satuan pendidikan secara akurat, akuntabel dan berkelanjutan sehingga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan serta akselerasi terwujudnya pemimpin- pemimpin pembelajar dan pendidikan mantap.
Di Kabupaten Bengkayang Saat ini terdapat 200 Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD ( TK, KB, SPS) 274 Sekolah Dasar atau SD dan 85 Sekolah Menengah Pertama/sederajat SMP.
“Sesuai kondisi kedepan bahwa pemimpin-pemimpin satuan pendidikan harus sudah menguasai teknolohgi informasi, selain itu juga memiliki kompetensi yang mumpuni sebagai garda terdepan dalam peningkatan IPM di Kabupaten Bengkayang,” jelasnya.
Heru Pujiono mengatakan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan sarpras baik gedung maupun sarana pendidikan lainnya dan juga SDM khususnya pemenuhan guru melalui PPPK.
Dalam acara zoom meeting tersebut hadir OPD terkait , Rektor IKIP PGRI, Rektor UPB, Rektor Institut Santi Buana, Ketua Yayasan Amkur Sambas, Ketua Yayasan Pendidikan Masyarakat Kalimantan Barat, Ketua-ketua Asosiasi Pendidikan Kabupaten Bengkayang seperti PGRI, IGI, APSI, IGTKI dan PERGUNU serta awak media.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






