SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Pontianak Kedutaan Besar Amerika Serikat Gelar Pertunjukan Musik OneBeat Borneo di Pontianak

Kedutaan Besar Amerika Serikat Gelar Pertunjukan Musik OneBeat Borneo di Pontianak

Konselor Diplomasi Publik Kedubes AS, Jason Rebholz (kemeja kuning) saat jumpa pers mengenai Program Onebeat Borneo, di salah satu kafe di Pontianak, Jumat (25/8/2023) (ANTARA/Jihan)

Pontianak (Suara Kalbar)- Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia telah mengadakan acara pertunjukan musik yang diberi nama “OneBeat Borneo”, yang berhasil mengumpulkan 12 musisi dari tiga negara berbeda, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat. Kegiatan ini digelar di Pontianak pada Sabtu (26/8) dengan tujuan mendorong pertukaran budaya dan kolaborasi di bidang musik.

Konselor Diplomasi Publik dari Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jason Rebholz, menjelaskan bahwa melalui program OneBeat Borneo, musisi Indonesia dan dari seluruh dunia memiliki kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan menciptakan musik bersama. “Program OneBeat Borneo ini membuka peluang bagi musisi Indonesia dan dunia untuk belajar dari satu sama lain dan bersatu dalam penciptaan musik kolaboratif,” ujarnya dalam jumpa pers di Pontianak.

“Melalui program OneBeat Borneo orang Indonesia dan musisi dari seluruh dunia bisa belajar dan bertemu dengan musisi di sana dan membuat musik pada waktu itu,” kata Konselor Diplomasi Publik Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jason Rebholz saat jumpa pers di Pontianak, Jumat.

Ia mengatakan OneBeat Borneo digelar di kafe Port99 di Pontianak, Sabtu 26 Agustus 2023. Kegiatan ini untuk pertama kali diadakan di Indonesia bersama dengan musisi dari Malaysia dan Amerika Serikat.

OneBeat Borneo merupakan program inisiatif dari Deplu AS yang menggunakan kolaborasi musik untuk mengeksplorasi masalah sosial dan lingkungan di Kalimantan.

“Kami bekerja sama dengan Indonesia dan semua rekan dalam bidang ini berkaitan dengan lingkungan dan kebudayaan yang terjadi saat ini,” kata dia lagi.

Sementara itu, Direktur Artistik OneBeat, Nursalim Yadi Anugerah mengatakan pihaknya mengumpulkan 12 musisi dari tiga negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Dia mengatakan, berkumpulnya para musisi untuk melihat permasalahan yang dihadapi seperti permasalahan sosial, lingkungan, politik, terutama kebudayaan untuk dipelajari dan alami secara langsung dengan menawarkan gagasan artistik dalam bingkai bunyi.

“Kita juga berkolaborasi dengan seniman dari Yogyakarta Rully Shabara dan komposer asal Malaysia Ng Chor Guan. Selain itu 12 rekan yang bekerja sama di antaranya 8 orang dari Indonesia mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Merauke, Yogyakarta, Bali, Pontianak, 2 orang dari Malaysia dan 2 orang dari Amerika,” katanya lagi.

OneBeat Borneo merupakan program inisiatif dari diplomasi budaya Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan Biro Kebudayaan yang diproduksi oleh Bang on a Cna’s Found Sound Nation.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan