4 Tips Mengatasi dan Mencegah Dampak Fatal Keracunan Makanan
Suara Kalbar – Belum lama ini, sebuah peristiwa mengenaskan terjadi di Desa Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, di mana ratusan warga mengalami keracunan makanan setelah menghadiri acara reses anggota DPRD Kota Cimahi. Kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua akan pentingnya mengetahui tips mengatasi keracunan makanan untuk dapat terhindar dari dampak fatalnya.
Para korban keracunan makanan saat ini sedang dalam masa perawatan di rumah sakit, di mana gejala-gejala seperti mual, muntah-muntah, diare, dan pusing menjadi tanda-tanda yang mengindikasikan keracunan. Penting bagi masyarakat untuk mengetahui tindakan yang tepat saat menghadapi situasi serupa dan cara mencegah agar tidak terulang di masa mendatang.
Melansir dari HiMedik.com, Jumat (28/7/2023), jika kamu melihat orang dengan gejala yang sama setelah menyantap makanan tertentu, kamu perlu melakukan tindakan pertolongan pertama. Berikut tips mengatasi keracunan makanan.
1. Istirahatkan tubuh
Istirahat sederhana adalah salah satu cara untuk membantu tubuh sembuh dari keracunan makanan. Bersikaplah tenang sampai merasa lebih baik. Selain itu, jangan makan atau minum selama beberapa jam setelah timbulnya gejala.
Setelah beberapa saat, kamu bisa mulai makan dan minum lagi, tetapi cobalah makanan lembut dan hambar terlebih dahulu, seperti kerupuk dan mengisap es batu agar tetap terhidrasi.
2. Pastikan tubuh tetap terhidrasi
Dehidrasi bisa diatasi di rumah, kecuali jika kondisi semakin parah, sebaiknya segera ke rumah sakit. Sedangkan cara menjaga agar seseorang yang teracuni makanan di rumah adalah dengan minum minuman berkarbonasi dapat meredaka dehidrasi ringan.
3. Tambahkan probiotik ke dalam makanan
Probiotik adalah organisme yang membantu menjaga bioma usus tetap terkendali. Setiap orang memiliki bakteri yang hidup di dalam tubuh sepanjang waktu. Beberapa di antaranya adalah “bakteri baik,” dan beberapa adalah “bakteri jahat.”
Keracunan makanan dapat membuang keseimbangan bakteri baik dan buruk di usus. Meminum probiotik dapat menjaga keseimbangan keberadaan kedua jenis bakteri tersebut. Dengan terjaganya keberadaan bakteri dalam tubuh, keduanya dapat memperkuat usus untuk melindungi diri kita dari penyakit bawaan makanan di masa depan.
4. Konsumsi obat
Ada beberapa jenis obat-obatan yang dijual bebas dapat menghentikan gejala keracunan makanan. Bismut subsalisilat dapat mengobati mual dan diare. Loperamide juga merupakan antidiare yang dapat menghentikan diare dengan memperlambat proses pencernaan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






