SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sanggau Dampak Limbah Pabrik PT ASL di Tayan Hilir, Kades Melugai Minta Perusahaan Bertanggungjawab

Dampak Limbah Pabrik PT ASL di Tayan Hilir, Kades Melugai Minta Perusahaan Bertanggungjawab

Warga saat menunjukan bangkai ikan akibat limbah pabrik. SUARAKALBAR.CO.ID/Darmansyah

Sanggau (Suara Kalbar) – Terkait jebolnya tanggul kolam limbah PT Agri Sentral Lestari (ASL) yang berada di Kecamatan Tayan Hilir, Kabuaten Sanggau pada beberapa hari lalu menyisakan dampak masih berbaunya air sungai di desa sekitar lokasi kolam limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tersebut.

“Dampak dari jebolnya limbah PT ASL yaitu kondisi air sungai Batang Kuala Tebang, hingga saat ini masih keruh dan berwarna hitam serta masih mengeluarkan bau yang agak menyengat,” ujar Kepala Desa (Kades) Melugai, Gusti Zakaria yang Desanya terdampak langsung oleh limbah di dusun Kuala Tebang, Desa Melugai, Kecamatan Tayan Hilir,Selasa (02/05/2023).

Kades Melugai mengatakan terlepas dari dampak masalah lingkungan, juga meminta kepada pihak perusahaan PT. ASL untuk bertanggung jawab penuh terhadap warga yang terdampak seperti berakibat ikan masyarakat yang ada dikeramba mati semua dan perusahaan harus memberi kompensasi karena sungai tempat mata pencaharian masyarakat Kuala Tebang sudah tercemar oleh limbah tersebut.

“Sebelum masalah tuntutan masyarakat diselesaikan kami minta perusahaan jangan beroperasi dulu, selesaikan dulu permasalahan dengan warga dusun Kuala Tebang dan mengenai tuntutan masyarakat sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak perusahaan. Perusahaan baru ada memberikan bantuan sembako saja,”Kata Zakaria.

Koordinator Lingkungan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Agri Sentra Lestari (ASL) Arifin menyampaiakan terkait kebocoran kolam limbah yang terjadi pada beberapa hari lalu disebabkan oleh tingginya curah hujan dalam beberapa hari terahir didaerah tersebut.

“PT. ASL telah melakukan upaya tanggap darurat atas jebolnya kolam limbah nomor lima dan pihaknya sudah melakukan penambalan di kolam limbah yang bocor dengan cara menimbun dengan tanah,”ungkap Arifin, kemarin.
Dikatakan Arifin bahwa pihaknya juga akan mebuat tanggul baru ditempat yang berbeda untuk mengantisipasi terjadinya bocor kembali.

“Jadi kolam limbah yang bocor natinya tidak kami gunakan lagi, karna kami takut kejadian kebocoran terulang lagi, jadi untuk mengantisipasi kebocoran limbah kami akan mebuat tanggul limbah yang baru dengan ukuran yang berbeda,” ucapnya.

Saat ini lanjut Arifin, bahwa pihak PT ASL sejauh ini telah melakulan pendekatan terhadap warga yang terdampak pencemaran limbah tersebut.

“Langkah pertama pihaknya telah menyalurkan air minum bersih kepada warga yang terdampak sekitaran sungai sehingga warga bisa mengkomsumsi air minum bersih, dan kita juga menyalurkan beberapa paket Sembako untuk mebantu warga disana,” tutupnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan