Luhut: Perundingan Indonesia dengan Tesla Masih Berlangsung
Suara Kalbar– Negosiasi antara Indonesia dan Tesla masih berlangsung, kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Kamis (12/1), menyusul laporan bahwa produsen mobil AS tersebut mendekati kesepakatan awal untuk membangun fasilitas produksi dengan kapasitas satu juta unit.
Luhut, yang memimpin pembicaraan dengan Tesla, menolak mengungkapkan rincian lebih lanjut dengan alasan adanya perjanjian kerahasiaan antara kedua belah pihak.
Bloomberg News, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa pembicaraan di Indonesia mencakup rencana fasilitas produksi dan untuk memfasilitasi rantai pasokan perusahaan itu.
“Saya tidak bisa berkomentar, kami masih berbicara,” kata Luhut kepada Reuters, sambil menambahkan bahwa ia baru saja mengadakan pembicaraan lagi dengan Tesla.
Tesla tidak menanggapi permintaan komentar.
Kepala Eksekutif Tesla Elon Musk dalam sebuah cuitannya di Twitter, Rabu, mengatakan: “Harap berhati-hati dalam menulis artikel yang mengutip ‘sumber tanpa nama’, karena sering kali keliru,” dalam komentarnya yang merujuk pada laporan tersebut.
Pemerintah Indonesia telah lama membujuk perusahaan AS itu untuk membangun fasilitas produksi baterai kendaraan listrik (EV) dan mobil listrik. Presiden Joko Widodo bertemu dengan Musk untuk membahas potensi kesepakatan itu tahun lalu.
Bijih nikel Indonesia dapat diproses untuk digunakan dalam baterai EV dan Indonesia ingin mengembangkan industri hilir di dalam negeri dengan memanfaatkan cadangan nikelnya yang kaya, setelah melarang ekspor bijihnya sejak tahun 2020.
Musk bulan lalu mengatakan Tesla hampir memilih lokasi pabrik raksasa barunya menyusul laporan media bahwa perusahaan itu kemungkinan akan mengumumkan pabrik barunya itu di negara bagian Nuevo Leon, Meksiko Utara, paling cepat Desember.
Tesla saat ini membuat mobil listriknya di Shanghai, Berlin, dan Amerika Serikat, tepatnya di kota Austin dan Fremont.
Sementara itu, Indonesia juga berhasil menarik minat produsen-produsen mobil lain untuk berinvestasi dalam produksi kendaraan listrik.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






