Irjen Kementan Harapkan Kalbar Menjadi Sentra Pertanian di Masa yang akan Datang
Pontianak (Suara Kalbar)- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) melakukan fungsi pengawasan komoditas perkebunan serta mendorong agar Kalimantan Barat (Kalbar) dapat menjadi sentra bibit kedepannya. Kunjungan itu dilaksanakan pada Kamis (01/01/2022) di Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak.
Inspektur Jenderal (Irjen) Kementan, Dr. Jan Samuel Maringka melakukan monitoring dan evaluasi satuan kerja balai proteksi perkebunan. Hal ini dikarenakan, melihat minimnya personil yang harus bekerja di lapangan.
“Satuan kerja ini hanya dengan 60 personil dan harus melayani Kalimantan Barat, Timur, Utara, Tengah, Selatan,” katanya saat di BPTP Pontianak.
Melihat dilapangan dengan personil yang minim, pihaknya berharap dapat memberikan penambahan-penambahan personil. Sehingga dapat menghadapi krisis pangan dengan secara maksimal. Serta harus memberikan optimasi dan terus didorong guna lebih memaksimalkan pekerjaan.
“Kita harapkan kedepan Kalimantan Barat mampu menjadi sentra pemulihan sentra bibit dimasa yang akan datang,” ucapnya.
Tidak hanya itu, kunjungan kerja tersebut juga dalam rangka pengawasan komoditas perkebunan untuk mencegah serangan penyakit tumbuhan di Kalbar.
“Serangan penyakit tumbuhan harus dapat dikendalikan dengan baik, untuk mendapatkan hasil produksi pangan yang berkualitas,” katanya.
Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak merupakan UPT yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perkebunan memiliki tugas pokok untuk melaksanakan fungsi pelayanan teknis di bidang proteksi tanaman perkebunan.
“Kami siap menjalankan perannya sebagai mitra yang proaktif untuk melakukan pengawasan dan pengawalan dalam setiap kegiatan BPTP agar dapat menjalankan tugas pokoknya dengan baik sehingga tujuan dan fungsi dari BPTP ini dapat tercapai,” tuturnya.
Pihaknya juga memberikan rekomendasi-rekomendasi terhadap peningkatan pengawasan proteksi tanaman perkebunan dan mencegah serangan penyakit tumbuhan di Kalbar, agar hasil produksi tanaman berkualitas dan dapat menjadi salah satu dari andalan produksi tanah air.
“Diharapkan dengan koordinasi ini, bisa diketahui berbagai solusi dari permasalahan yang dialami BPTP Pontianak serta potensi benih perkebunan di wilayah kerja BPTP Pontianak sehingga produksi perkebunan tetap terjaga,” pungkasnya.






