SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Hihihi, Data Dinkes Mempawah Ada 6.468 Rumah Tangga Doyan BAB Sembarangan

Hihihi, Data Dinkes Mempawah Ada 6.468 Rumah Tangga Doyan BAB Sembarangan

Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, menyerahkan cinderamata kepada Kades Sungai Dungun, Karnain Ahmad, usai Deklarasi Stop Buang Air Besar di MCC, Kamis (17/11/2022). SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Prokopim Mpw

Mempawah (Suara Kalbar) – Desa Sungai Dungun, Kecamatan Sungai Kunyit dan Desa Malikian, Kecamatan Mempawah Hilir, mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar (BAB) sembarangan di wilayahnya.

Deklarasi ODF yang dipusatkan di Gedung Mempawah Convention Center (MCC), Jalan Raden Kusno, Kecamatan Mempawah Hilir, Kamis (17/11/2022), dihadiri Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi.

Dalam kesempatan itu, Wabup menyambut baik dan mendukung Deklarasi ODF yang dilakukan Desa Sungai Dungun dan Malikian guna mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Saya sangat mendukung. Karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Maka dari itu, ODF ini menjadi langkah utama kita mencegah penyebaran penyakit akibat BAB sembarangan,” ujarnya.

Terkait ODF yang merupakan bagian dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Wabup berharap dapat menurunkan terjadinya penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya, termasuk stunting.

“Karena sampai saat ini masih banyak ditemukan perilaku masyarakat yang BAB di sembarang tempat. Padahal itu jelas-jelas tidak sehat,” ungkap Muhammad Pagi penuh keprihatinan.

Ia pun mengakui masih adanya masyarakat yang BAB sembarangan diakibatkan tingkat sosial ekonomi yang rendah, pengetahuan di bidang kesehatan lingkungan yang kurang dan kebiasaan buruk dalam pembuangan tinja.

“Bila kita lihat data dari DinkesPP KB Mempawah, dalam rentang periode Januari hingga Oktober tahun 2022, ada sekitar 10 persen atau 6.468 rumah tangga yang masih berperilaku BAB di sembarang tempat,” ujarnya.

Terkait itu, maka perlu dilakukan langkah-langkah pemicuan dengan tujuan mendorong terjadinya perubahan perilaku dan paradigma kesehatan agar masyarakat terbebas dari BAB di sembarang tempat.

“Apalagi sampai saat ini baru tujuh desa yang sudah stop BAB sembarangan. Untuk itu, saya berharap kegiatan ini menjadi pemicu bagi desa atau kelurahan lain di Kabupaten Mempawah untuk melakukan hal serupa,” tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Mempawah, Rudi Hartono, menyampaikan sanitasi merupakan kebutuhan pokok umat manusia.

“Sanitasi yang tidak layak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Oleh karena itu, perlu menjadi perhatian kita bersama-sama,” ujarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar
Bagikan:

Iklan