Ditemui Daniel Johan, Panglima Jilah Ungkapkan Produksi Pangan yang Menurun
Toho (Suara Kalbar) – Agustinus Jilah atau yang lebih dikenal dengan Panglima Jilah sosok yang concern dengan alam, termasuk pangan.
Hal itu ia ceritakan saat menerima kedatangan Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan di kediamannya, Sabtu (23/4/2022) malam.
“Hutan seperti supermarket bagi kami, karena di hutan semua tersedia, tinggal mampu tidak untuk merawatnya,” ujar Panglima Jilah.
Pendapat dia, sebagai manusia, apabila mampu merawat alam, maka alam akan memberikan manfaat kepada kita.
“Alam tidak butuh kita, tetapi kitalah yang membutuhkan alam. Oleh karenanya saya terus mengajak semua pihak untuk bisa menjaga alam,” tegas Panglima Jilah lagi.
Dirinya belakangan ini juga prihatin dengan kawasan tempat tinggalnya yang tidak lagi menjadi sentra produksi pangan khususnya padi.
“Kampung saya ini dulu menjadi sentra padi, sehingga hasilnya bisa dipasarkan ke beberapa daerah di Kalbar. Namun sekarang produksi pangan di sini sudah jauh berkurang,”.jelas dia.
Banyak problem yang mesti dilakukan perbaikan, termasuk di antaranya ada peran penyuluh yang memberikan dorongan kepada warga.
“Warga kurang didorong dan tidak digerakkan untuk memanfaatkan lahan yang ada. Padahal tanahnya cukup subur dan pengairannya juga cukup baik. Saya pikir pas dengan bidang Pak Daniel,” tambahnya.
Mendapat ungkapan seperti itu, tentunya sebagai anggota parlemen yang membidangi pertanian dan lingkungan hidup, Daniel Johan mengapresiasi sikap dan langkah Panglima Jilah yang berkomitmen menjaga kelestarian hutan.
“Saya bangga dengan Panglima Jilah yang memiliki komitmen kuat untuk menjaga hutan, semoga beliau jadi inspirasi semua kalangan,” ujar Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan.
Mitra Komisi IV tambah dia, banyak sekali program dalam merawat kelestarian hutan ini, termasuk penyediaan bibit bagi masyarakat.
“Jadi bagus sekali perlu di-support dan kementerian banyak sekali program-program seperti ini termasuk penyediaan bibit pohon,” jelasnya.
Sementara untuk mengembalikan wilayah Sambora sebagai kawasan sentra pangan, perlu ditindaklanjuti, mengingat pangan sangat penting bagi sebuah wilayah atau negara.
“Saya rasa ini sebuah keinginan mulia untuk mengembalikan Desa Sambora sebagai sentra pangan. Jika sudah terbentuk kelompok tani, maka bisa difasilitasi,” ungkap Daniel.
Ia berharap, silaturahmi ini berkelanjutan dan banyak hal yang bisa didiskusikan baik terkait dengan bidang di Komisi IV DPR RI maupun fungsi dewan lainnya.
“Jujur saya sangat bangga dan semoga Panglima Jilah senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan. Karena ketokohan beliau masih diperlukan masyarakat luas, bukan hanya Kalbar tetapi seluruh Kalimantan,” harap Daniel.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS






