Aksi 11 April Mesti Disikapi Bijaksana demi Kondusifitas Mempawah
Mempawah (Suara Kalbar) – Aksi demo pada 11 April 2022 yang menjadi trending isu akhir-aknir ini, hendaknya disikapi dengan bijak oleh seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali di Kabupaten Mempawah.
Presiden LSM MEMPAWAH BERANI, Maman Suratman, mengatakan, bentuk aksi damai untuk menyampaikan aspirasi memang dibolehkan dalam undang-undang.
Namun ia menilai, karena saat ini masih dalam suasana bulan suci ramadan, alangkah baiknya semua pihak di Mempawah dapat menahan diri.
“Selama ini situasi kamtibmas di Kabupaten Mempawah sudah aman terkendali. Berbagai isu nasional, termasuk politik maupun ekonomi, sebaikmya disikapi dengan bijaksana,” ungkapnya.
Ia menyebut, isu kelangkaan minyak goreng, usulan masa bakti presiden tiga periode, hingga pada penundaan Pemilu, tidak dirasakan signifikan oleh masyarakat Mempawah.
“Jika berbicara soal isu-isu nasional itu, bukan kapasitas saya untuk berbicara sekarang ini. Tapi untuk di Mempawah, tentu kita tidak ingin situasi kamtibmas yang baik menjadi terganggu, khususnya di bulan suci ramadan,” katanya.
Maman Suratman juga menegaskan, demi mengedepankan ketenangan dan kenyamanan dalam kehidupan masyarakat, dirinya selaku Presiden LSM MEMPAWAH BERANI tidak akan ikut-ikutan menggagas aksi 11 April tersebut.
“Justru saya ingin mengajak masyarakat dan rekan-rekan aktivis di Mempawah untuk bersama-sama menjaga puasa ramadan kita agar bernilai ibadah di hadapan Allah SWT,” ujar dia lagi.
Karenanya, sekali lagi Maman Suratman menegaskan, aksi 11 April hendaknya disikapi dengan bijaksana agar situasi kondusif di Mempawah tetap terjaga baik.






