SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Masa Bakti KONI Berakhir, Ini Kata Ketua PELTI Mempawah Soal Sosok Calon Ketua

Masa Bakti KONI Berakhir, Ini Kata Ketua PELTI Mempawah Soal Sosok Calon Ketua

Ketua PELTI Kabupaten Mempawah, Abdul Malik, menyampaikan harapan soal sosok figur terbaik yang pantas memimpin KONI Mempawah. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. IST

Mempawah (Suara Kalbar) – Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mempawah periode 2017-2021 dipastikan telah berakhir.

Banyak keinginan menyeruak, bahwa KONI yang lama segera sebaiknya mempersiapkan dan membentuk kepanitiaan untuk melaksanakan Musyarawah Olahraga Kabupaten (Musorkab) guna menyusun kepengurusan yang baru.

Terlebih, sejumlah agenda daerah telah menanti di tahun 2022 ini. Misalnya saja, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang membutuhkan persiapan cabang-cabang olahraga untuk ikut serta.

Tantangan selaku Ketua KONI Kabupaten Mempawah tentu cukup berat. Sebab kepengurusan yang baru tentunya dituntut mampu membawa Kabupaten Mempawah meraih prestasi setinggi-tingginya.

Informasi yang dihimpun SUARAKALBAR.CO.ID, sejumlah figur sudah jadi perbincangan para pengurus cabang olahraga.

Salah satunya, Mas Yusmidi, Ketua Persiwah All Star, yang saat ini menjabat sebagai Pimpinan Cabang Bank Kalbar Singkawang.

Sepak terjang dan komitmen Mas Yusmidi untuk memajukan olahraga tak diragukan lagi.  Di cabang olahraga sepakbola, ia selalu mengelar kompetisi kelompok umur.

Tak hanya itu, ia juga kerap memimpin berbagai even budaya, salah satunya Festival SAHUR-SAHUR yang menjadi ikon bulan suci ramadan Kabupaten Mempawah.

Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kabupaten Mempawah, Abdul Malik, saat diminta tanggapannya terhadap figur Ketua KONI yang akan datang, menjawab diplomatis.

Ia mengatakan, siapapun punya kesempatan untuk memimpin KONI Kabupaten Mempawah periode mendatang.

Yang terpenting adalah, tegas Abdul Malik, figur tersebut berlatar belakang olahragawan. Dan lebih baik lagi jika pernah menjadi atlet yang memperkuat daerah pada even olahraga.

“Sosok pemimpin di KONI harus punya “jam terbang” di dunia olahraga Kabupaten Mempawah. Dengan demikian, ia bisa bekerja keras untuk mempersiapkan cabang-cabang untuk bisa besaing dengan daerah lain,” kata Malik, sapaan akrabnya.

Kerja keras dimaksud adalah, mulai dari perekrutan dan pembinaan atlet, memenuhi kebutuhan atlet saat latihan dan bertanding, hingga mempersiapkan bonus.

Sosok Ketua KONI Kabupaten Mempawah yang baru, beber Malik, juga harus punya jaringan dan saluran yang kuat terhadap pemangku kepentingan. Dalam hal ini, adalah pihak eksekutif dan legislatif.

Sebab tak bisa dipungkiri, induk olahraga ini dimana-mana pembiayaannya masih mengharapkan hibah dari pemerintah daerah.

“Jadi harapan saya, calon ketua harus orang yang dikenal dan mengenal para pimpinan daerah, baik eksekutif maupun legislatif dan bisa berkomunikasi efektif dalam membangun olahraga di Kabupaten mempawah,” tegas Malik lagi.

Dan satu lagi, Ketua KONI harus punya komitmen untuk berkorban demi olahraga, dan bukan sebaliknya mencari uang dari olahraga.

“Sebab kita harus jujur, menggerakkan olahraga memerlukan dana, tidak bisa hanya dengan bicara saja,” imbuh dia,

Ditanya soal kemungkinan Mas Yusmidi akan maju untuk memimpin KONI, Abdul Malik menegaskan, peluang Pimpinan Bank Kalbar Singkawang itu sangat besar.

Usia Mas Yusmidi yang kini 53 tahun dinilai matang, penuh pengalaman dan ia juga pernah menjadi atlet PON Kalbar di cabang sepakbola.

Nilai plus lainnya, ia aktif memimpin Persiwah All Star, masih aktif memimpin BUMD di Kalbar dan punya relasi yang cukup luas di kalangan eksekutif, legislatif dan dunia usaha.

“Menurut saya, peluang Pak Mas Yusmidi untuk memimpin KONI Kabupaten Mempawah sangat terbuka lebar. Yang diperlukan adalah bagaimana ia meraih dukungan pengurus cabang olahraga yang punya visi sama dalam memajukan olahraga,” ungkap Malik.

Hingga berita ini diturunkan, ada beberapa figur santer yang disebut-sebut layak untuk maju sebagai Ketua KONI Kabupaten Mempawah.

Selain Mas Yusmidi, ada nama Rubijanto yang merupakan Ketua KONI periode lalu, serta dr. David Sianipar, Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) yang juga Direktur RSUD dr Rubini Mempawah.

Komentar
Bagikan:

Iklan