Kejurda dan Porprov Sudah Menunggu, Butuh Reaksi Cepat KONI Mempawah
Mempawah (Suara Kalbar) –Anggota DPRD Mempawah, Anwar, turut angkat bicara terkait berakhirnya masa kepengurusan KONI Kabupaten Mempawah periode 2017-2021.
Anwar yang juga salah seorang pengurus KONI, menyampaikan harapan agar jajaran pengurus segera melakukan evaluasi organisasi.
Sekaligus, melaksanakan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Mempawah untuk memilih kepengurusan yang selanjutnya, dan menyusun program kerja sesuai dengan amanah pada musyarawah periode sebelumnya.
“Dan memang kebetulan, pada saat itu saya menjadi pimpinan sidang Musorkab KONI Mempawah,” ujar Anwar.
Ia mengakui tantangan KONI akan semakin berat. Sebab ke depan ada beberapa agenda kejuaraan daerah (kejurda) yang akan diikuti cabang-cabang olahraga.
Kemudian juga, Kabupaten Mempawah akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), yang kesemuanya ini harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Baik atlet, hal teknis lainnya, termasuk lah anggaran.
“Intinya, saya meminta KONI periode lalu di bawah kepemimpinan Pak Rubijanto segera melakukan rapat evaluasi dan persiapan untuk musyarawah agar tak terjadi kevakuman organisasi,” tegasnya.
Persoalan figurnya terpilih kembali atau ada calon lain yang akan maju pada bursa calon Ketua KONI Kabupaten Mempawah, tentu itu diserahkan kepada peserta musyarawah olahraga kabupaten, sepanjang semuanya memenuhi persyaratan.
Anwar selanjutnya meminta agar sejumlah cabang olahraga yang selama ini berpotensi menjadi andalan Kabupaten Mempawah di berbagai ajang daerah dan nasional, hendaknya dapat terus dilakukan pembinaan.
Karena itu, semakin cepat KONI menggelar musyawarah, maka semakin bagus kesiapan cabang-cabang olahraga dalam menghadapi kejurda yang menjadi ajang seleksi untuk mengikuti Porprov.
“Persiapan yang matang masing-masing cabor di Mempawah sangat menentukan target prestasi yang ingin dicapai,” imbuhnya.
Di sisi KONI sendiri, persiapan jauh-jauh hari ini juga terkait dengan anggaran. Sebab dana KONI bersumber dari hibah ABPD Kabupaten Mempawah.
Terlebih sekarang lagi tahapan musrenbang, maka KONI harus mengajukan usulan anggaran dengan menggelar audiensi kepada Bupati dan DPRD Mempawah.
“Jangan sampai Kejurda dan Porprov sudah semakin dekat, ketersediaan anggaran malah menjadi persoalan di kemudian hari,” ungkap Legislator Partai Nasdem ini.
Dalam mengikuti agenda olahraga daerah, banyak hal yang perlu dipersiapkan KONI. Misalnya pra-Porprov dengan menggelar training center (TC), membeli alat-alat pendukung bagi cabor, dana operasional saat pelaksanaan Porprov, hingga pemberian bonus atlet berprestasi.
“Bonus ini sangat penting sebagai bentuk motivasi bagi atlet dan pelatih. Kita tidak ingin, gara-gara bonus diabaikan, banyak atlet berpaling ke kabupaten/kota lain,” ujarnya mengingatkan.
Karenanya, mulai saat ini, KONI Kabupaten Mempawah sudah boleh menghitung kebutuhan anggaran yang akan diusulkan. Terdiri atas dana rutin untuk KONI, pembinaan atlet masing-masing cabor, dana persiapan Porprov dan bonus.
“Dana yang dibutuhkan untuk Porprov itu cukup besar. Apalagi pada Porprov sebelumnya, Kabupaten Mempawah menjadi runner up. Ini setidaknya harus dipertahankan, dan lebih bagus lagi kita harus meraih juara umum,” urainya.
Hasil hitungan usulan anggaran itu harus segera dipresentasikan ke Pemkab dan DPRD Mempawah, sehingga dana KONI tidak dianggarkan secara gelondongan, melainkan berdasarkan kebutuhan.
“Saat ini saya kira sudah pas momennya, karena tahapan musrenbang di Mempwah tengah berjalan. Setidaknya, akhir Februari usulan KONI sudah bisa masuk dalam KUA-PPAS agar tak menyalahi aturan,” ujar Anggota Badan Anggaran DPRD Mempawah ini.






