SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Deadline 31 Desember, Mempawah Bergegas Dongkrak Cakupan Vaksinasi

Deadline 31 Desember, Mempawah Bergegas Dongkrak Cakupan Vaksinasi

Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, saat memimpin rapat Satgas COVID-19 bertajuk Monitoring dan Evaluasi Pencegahan serta Pengendalian COVID-19 itu berlangsung di Wisma Chandramidi Mempawah, Selasa (21/12/2021). SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Distra

Mempawah (Suara Kalbar) – Agar tujuan tercapai, perlu sinergitas semua orang dalam mengusung visi-misi yang sama.

Begitu lah yang dilakukan Mempawah ketika deadline 31 Desember 2021 tersisa beberapa hari agar terwujud herd immunity.

“Mempawah tidak boleh menyerah. Kita manfaatkan beberapa hari tersisa untuk mewujudkan herd immunity dengan segala sumber daya yang ada!” kata Muhammad Pagi, Wakil Bupati Mempawah, saat memimpin rapat, Selasa (21/12/2021) siang.

Rapat bertajuk Monitoring dan Evaluasi Pencegahan serta Pengendalian COVID-19 itu berlangsung di Wisma Chandramidi Mempawah.

Selain Wakil Bupati, turut hadir Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, Pasi Ops Kodim 1201/Mph Kapten Inf. Hendro Purnomo, perwakilan Kejari Mempawah, jajaran Satgas COVID-19, kapolsek, danramil, camat dan kepala desa/lurah se Kabupaten Mempawah.

Muhammad Pagi selanjutnya mengajak seluruh elemen daerah ini untuk bahu-membahu meningkatkan cakupan vaksinasi di wilayah masing-masing.

Pada layar infocus, dipaparkan jelas soal data progres vaksinasi, hingga target harian perkecamatan yang harus dipenuhi agar pada 31 Desember 2021 terwujud herd immunity.

“Dengan pemaparan target harian perkecamatan ini, saya berharap, para camat maupun kepala desa, beserta seluruh jajaran Satgas COVID-19 dapat memenuhinya,” harap Muhammad Pagi.

Bahkan, Wabup menginginkan, dalam upaya peningkatan cakupan vaksinasi ini hendaknya dapat melibatkan secara aktif para Ketua RT agar masyarakat bersedia divaksinasi.

Hal senada juga diungkapkan Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah.

Ia menegaskan, Polres Mempawah dan Polsek Jajaran akan tetap bekerja keras untuk mem-back up proses vaksinasi di tiap kecamatan, desa, kelurahan bahkan di tingkat RT.

“Kami bersama Kodim 1201 Mempawah dan jajaran, siap membantu di lapangan agar cakupan vaksinasi dapat ditingkatkan dari hari ke hari sebelum 31 Desember,” tegas Kapolres.

 

Ungkap Kendala

Menariknya, dalam rapat ini, sempat menjadi ajang curahan hati atau curhat para camat, kepala desa maupun lurah, terkait kendala semakin sulitnya untuk mengubah pola pikir (mindset) masyarakat akan vaksinasi.

Camat Mempawah Hilir, Daeng Dicky Armeina, mengungkapkan, lambannya vaksinasi akhir-akhir disebabkan beberapa hal.

Misalnya, masih ada masyarakat masih menganggap vaksinasi adalah sesuatu yang cukup membahayakan kesehatan dan diragukan kehalalannya.

Belum lagi berkembangnya kabar-kabar hoaks lain yang justru dipercaya masyarakat.

Akibatnya, meski sudah banyak inovasi dilakukan Satgas COVID-19 kecamatan, progres vaksinasi masih terkesan lamban.

Karena itu, ia menyarankan, perlu diperkuat lagi edukasi vaksinasi untuk menumbuhkan lagi kesadaran masyarakat.

“Tapi apapun kendalanya, kami akan terus bergerak. Kami bahkan melaksanakan vaksinasi jemput bola agar partisipasi meningkat!” tegas Daeng Dicky.

Hal senada juga diungkapkan Camat Sungai Pinyuh, Ibrahim.

Ia mengatakan, Satgas COVID-19 Sungai Pinyuh bahkan harus melakukan inovasi dengan kegiatan vaksinasi jemput bola hingga malam hari.

“Jadi tidak saja pagi dan siang hari, bahkan malam hari pun kami masih berada di lapangan. Hanya subuh hari saja belum!” ujarnya yang disambut tepuk tangan mereka yang hadir.

Pun demikian, Ibrahim memastikan, dirinya mengaku beruntung memiliki kolega yang sangat luar biasa di Sungai Pinyuh.

Yakni, Kapolsek AKP Anne Tria Sefyna, Danramil Kapten Inf Bambang Rusyanto, dan Kepala Puskesmas drg Ety Wiyanti, beserta para tenaga kesehatan, yang dinilainya tak kenal lelah dalam menyukseskan percepatan vaksinasi.

 

Vaksinasi 40.245 Orang

Dari paparan Kepala Dinas Kesehatan dan PPKB Kabupaten Mempawah, Jamiril, terungkap bahwa hari-hari yang tersisa sebelum 31 Desember 2021, Mempawah harus bisa mencapai target vaksinasi sebanyak 40.245 orang lagi.

Sasaran vaksinasi Kabupaten Mempawah adalah 217.123 orang.

Jika ditargetkan herd immunity harus mencapai 70 persen, maka warga yang harus divaksinasi dosis pertama minimal 151.986 orang.

Saat ini, tambah Jamiril, yang sudah divaksinasi dosis pertama berjumlah 112.502 atau 52,03 persen.

Dengan demikian, masih butuh 40.245 orang lagi, agar target herd immunity 70 persen (151.986 orang) dapat tercapai.

Jamiril lantas merinci target vaksinasi harian per-Puskesmas, mulai tanggal 21-31 Desember, yang harus dipenuhi untuk mencapai angka 40.245 orang tersebut.

Yakni, Puskesmas Sungai Kunyit mesti 255 orang perhari, Puskesmas Semudun mesti 64 orang perhari, Puskesmas Mempawah Hilir 841 orang perhari, Puskesmas Antibar 62 orang perhari.

Kemudian, Puskesmas Sungai Bakau Kecil mesti 306 orang perhari, Puskesmas Sungai Pinyuh mesti 591 orang perhari, Puskesmas Sungai Purun Kecil 542 perhari, Puskemas Anjongan mesti 228 orang perhari.

Selanjutnya, Puskesmas Toho mesti 31 orang perhari, Puskesmas Takong mesti 52 orang perhari, Puskesmas Segedong mesti 375 perhari, Puskesmas Jungkat 272 perhari dan Puskesmas Wajok Hulu mesti 405 perhari.

“Total target vaksinasi harian di seluruh Puskesmas di Kabupaten Mempawah adalah mesti 4.024 orang perhari!” ungkapnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan