Mertua Sang Pembunuh Ditangkap Tim Jatanras Polres Mempawah di Tebas
Mempawah (Suara Kalbar) – Tim Jatanras Satuan Reskrim Polres Mempawah akhirnya berhasil membekuk KN, 72 tahun, yang diduga kuat melakukan pembunuhan terhadap menantunya, Johdi, 42 tahun.
Tidak sampai 24 jam, tersangka KN ditangkap di tempat persembunyiannya, di salah desa di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kamis (11/11/2021) dinihari.
Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, dalam jumpa pers mengatakan, penangkapan terhadap KN dilakukan setelah Tim Polres Mempawah selesai menggelar olah TKP dan mendapatkan keterangan saksi-saksi.
“Dari olah TKP dan juga keterangan saksi-saksi, diduga kuat pelaku pembunuhan terhadap korban berinisial J (Johdi) adalah KN yang notabene mertuanya,” jelas Kapolres.
Karena itu, Tim Satreskrim Polres Mempawah dan Tim Unit Reskrim Polsek Sungai Pinyuh pun segera melakukan pengejaran.
Terlebih, jejaknya kemudian terlacak di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.
“Tidak sampai 24 jam, tersangka KN dapat kita amankan bersembunyi di kediaman salah seorang familinya di Tebas, Kabupaten Sambas!” tegas Fauzan Sukmawansyah.
Seperti diberitakan SUARAKALBAR.CO.ID, Johdi, 42 tahun, warga RT. 010/RW. 004, Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, ditemukan telah meninggal dunia di kamar tidurnya, Rabu (10/11/2021) pagi.
Informasi yang dihimpun, saat itu Johdi diduga kuat meninggal dunia karena dibunuh.
Dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap Johdi ini pertama kali diketahui oleh istrinya, Nelli, 36 tahun, sepulang dari mengantar anak mereka ke sekolah di salah satu SMA di Sungai Pinyuh, sekitar pukul 08.30 WIB.
Sesampainya di rumah, Nelli tidak langsung masuk kamar. Ia menuju ke dapur untuk memasak.
Setelah beberapa saat, Nelli bingung kenapa Johdi belum bangun dari tidur.
Ia pun bergegas masuk kamar untuk mengecek.
Saat itu lah, Nelli langsung shock. Ia melihat suaminya sudah tidak bergerak lagi di atas kasur dengan bagian kepala dan wajah bersimbah darah.
Tubuh sang suami pun digoyangkan dengan maksud untuk membangunkan, tapi Johdi tetap tak bergerak.
Nelli spontan berteriak minta tolong sehingga mengundang kedatangan warga yang selanjutnya menghubungi pihak kepolisian.






