Banjir Semakin Tinggi, 315 Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Desa Meliau Hilir
Pontianak (Suara Kalbar) – Banjir tak hanya menggenangi jalan tapi juga sudah masuk ke rumah-rumah warga, sekitar 315 kepala keluarga di Desa Meliau Hilir menjadi korban banjir.
Kepala Desa Meliau Hilir, Iwan mengatakan
pada titik-titik tertentu kedalaman air bisa mencapai 1,2 meter. Meski demikian ada juga wilayah yang kedalaman airnya sekitar 40-50 centimeter.
Kedalaman air tergantung ketinggian rumah dari tanah.
“Semakin rendah rumah, ketinggian air yang masuk ke rumah semakin dalam,” ungkapnya saat pembagian bantuan untuk korban banjir kemarin.
Iamenyebutkan ada empat dusun di Desa Meliau Hilir. Dua dusun yang terdampak sangat parah. Dusun Meliau Hilir dan Dusun Sungai Galing.
Untuk Dusun Meliau Hilir, korban banjir sekitar 233 kepala keluarga. Namun demikian aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasa.
Meski air sudah mulai masuk ke dalam rumah, masyarakat belum ada yang mengungsi ke posko yang spungkasnya.pkan pemerintah desa.
“Kami sudah siapkan posko di SDN 2 untuk tempat pengungsian masyarakat, tetapi sejauh ini belum ada yang mengungsi. Masyarakat mengungsi ke rumah-rumah keluarga mereka,” jelasnya.
Sementara di Dusun Sungai Galing sebanyak 95 kepala keluarga yang terdampak banjir.
Banjir yang terjadi di Dusun Sungai Galing sudah membuat aktivitas pekerjaan masyarakat terhenti.
“Hampir 80 persen masyarkat di Dusun Sungai Galing petani karet. Kebun-kebun mereka terendam air sehingga tidak bisa turun menoreh getah,” urainya.
Sementara dua dusun lainnya, Mungguk Kompas dan Temurak, kondisi banjir yang dialami warga tidak terlalu parah. Untuk Mungguk Kompas sekitar 5 kepala keluarga. Sedangkan Temurak 16 kepala keluarga.
“Jumlah kepala keluarga terdampak di empat dusun bisa semakin bertambah seiring debit air semakin naik,” cetusnya.
Sejumlah bantuan sudah diterima para korban banjir. Namun penyerahan bantuan dilakukan secara bertahap. Bantuan yang diberikan berupa beras, mie instan, gula, kopi dan minyak goreng.
Ia melanjutkan bantuan yang diberikan itu datang dari perusahaan, kepolisian dan donatur. “Bantuan dari pemerintah belum sampai tapi sudah kami usulkan,” tuturnya.
Ditambahkan banjir yang terjadi ini merupakan kiriman dari daerah hulu. Sejumlah banjir terjadi di beberapa kabupaten di timur Kalbar. Sekadau, Melawi, Sintang dan Sanggau.
“Kondisi seperti ini sudah lama tak terjadi. Sekitar belasan tahun dan sekarang terjadi lagi banjir,” pungkasnya.






