SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Singkawang 638 Siswa SMK se-Kalbar Ikuti Uji Kompetensi

638 Siswa SMK se-Kalbar Ikuti Uji Kompetensi

Wakil Wali Kota Singkawang Irwan membuka secara resmi uji kompetensi siswa dan siswi SMK se-Kalbar di Swiss Bellin Singkawang, Selasa (10/11/2021).

Singkawang (Suara Kalbar)- Sebanyak 638 siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti uji kompetensi siswa SMK se-Kalbar di Swiss Bellin Singkawang, Selasa (9/11/2021).

“Tujuan pelaksanaan keahlian antara lain mengukur pencapaian kompetensi siswa yang telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai keahlian yang ditempuh,” ujar Koordinator Koordinator Kegiatan Uji Kompetensi siswa SMK Pariwisata se-Kalbar SMK Gunanto .

Dia menjelaskan perlunya memfasilitasi kerjasama SMK dengan dunia industri sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Peserta uji kompetensi untuk bidang pariwisata terdiri 11 SMK, kata Gunanto, diantaranya SMK 1 Pontianak 31 siswa, SMK Negeri 3 sebanyak 33 siswa, SMK Muhammadiyah Pontianak sebanyak 18 siswa.

SMK Negeri 1 Kelam Permai sebanyak 30 siswa, SMK Kartini Sintang sebanyak 34 siswa, SMK Negeri 1 Ketapang 106 siswa, SMK Negeri 1 Sukadana sebanyak 50 siswa.

SMK Negeri 1 Jawai Selatan sebanyak 47 siswa, SMK Negeri 2 Sambas sebanyak 36 siswa, SMK Negeri 1 Bengkayang sebanyak 27 siswa, dan SMK Negeri 3 Singkawang sebanyak siswa 266 siswa dengan jumlah total 638 siswa.

Ia mengatakan assesor penguji berasal dari LSP mutu wisata, dan assesor yang memenuhi syarat mulai 9-15 November 2021.

Ketua LSP Mutu Wisata Hadi Sutrisno mengatakan perlunya terobosan, cara dan solusi untuk dapat melahirkan dan memiliki karakter yang kuat. “Para siswa yang akan disertifikasi, jadikan ini sebuah momentum bagi adik-adik untuk mendapatkan tiket masa depan yang luar biasa,” jelasnya.

Hadi mengatakan kegiatan uji kompetensi ini dihadiri para assesor yang profesional dan dari dunia industri.“Ada 10 orang assesor, kita ingin membawa dunia industri ke dunia pendidikan, vokasi arahnya ke sana,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa SMK diciptakan untuk melahirkan tenaga terampil yang profesional dan sesuai standar di dunia industri dan usaha, yang tentunya kolaborasi efektif dengan dunia usaha pendidikan dan pendidikan.

“Untuk melajukan assesment SMK bisa menjadi satu standar industri, kita ingin mencoba membawa standar ASEAN,” jelasnya.

Kabid SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Uray Muhani mengatakan kegiatan uji sertifikasi merupakan kegiatan yang mutlak dan sangat wajib.

“Kalau ada Kepala SMK yang belum paham dalam uji sertifikasi maka kepala sekolahnya harus belajar dulu. Jadi mereka sudah sangat paham terhadap uji sertifkasi dan merupakan evaluasi dari pencapaian siswa selama belajar di SMK,” jelasnya.

Ia mengatakan kurikulum SMK harus berbasis industri dan selalu up date serta jangan pernah mundur dan selalu inovatif.

“Uji sertifikasi ini sangat penting dan bukan eforia semata, tapi sudah ditanamkan di setiap semester, awal mula sertifikasi di proses pembelajaran. Jadi jangan pembelajaran gaya lama,” katanya.

Hadir diantaranya Wakil Wali Kota Singkawang Irwan sekaligus membuka kegiatan uji kompetensi dan sejumlah undangan lainnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan