SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Sekadau 6 Kecamatan di Sekadau Mulai Surut, Warga Mulai Kembali ke Rumah

6 Kecamatan di Sekadau Mulai Surut, Warga Mulai Kembali ke Rumah

Warga di Sekadau mulai kembali kerumah setelah banjir mulai surut. SUARAKALBAR.CO.ID/Bernadheta

Sekadau (Suara Kalbar) – Banjir yang sempat merendam 6 kecamatan di Kabupaten Sekadau kini berangsur surut.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga yang mengungsi memilih kembali ke rumahnya sedangkan sebagiannya sekedar membersihkan genangan air yang telah tercampur dengan lumpur dan sampah.

Adapun sebagian warga yang belum kembali ke rumahnya dikarenakan sejumlah permukiman warga masih tergenang air yang masih cukup tinggi.

Salah satu warga Desa Mungguk, Cecenah (25) mengatakan bahwa dirinya sudah empat hari kembali ke rumah untuk mengontrol barang-barang serta membersihkan tumpukan sampah banjir di sekitar lingkungan rumahnya,kendati ketinggian permukaan air banjir di rumahnya masih sebatas dada orang dewasa.

“Lebih enak tinggal di rumah sih,lebih nyaman ngontrol barang-barangnya karena kemarin ditinggal itu terbuka pintunya kena gelombang jadi ada barang yang hanyut,” jelasnya pada media suarakalbar.co.id pada, Selasa (16/11/2021) sore.

Cecenah juga menuturkan bahwa sudah tiga minggu dirinya mengungsi di tempat yang berbeda-beda dan saat ini memilih kembali bertahan dengan membangun panggung di dalam rumahnya.

“Di surau ini kan hampir seminggu lebih lalu di Kwarcab dua malam sama di Keraton dua minggu,” katanya.

Sementara itu, Ruslan (54) salah satu warga desa Sungai Ringin menuturkan bahwa hampir sebulan lamanya ia memilih bertahan di rumahnya yang terendam banjir serta rutin membersihkan sampah banjir maupun endapan lumpur yang masuk ke rumahnya.

“Lebih amanlah kalau di rumah,lihat situasi kondisi di rumah barang-barang kita juga bisa lebih aman karena kita ndak tahu kapan air tu naik air tu surut,” ujarnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa sejumlah perabotan rumah tangganya sebagian sudah terendam banjir dan tidak dapat diamankan seperti lemari pakaian dan kasur.

Ia pun berharap agar banjir segera surut.

“Karena yang namanya akibat banjir itu akibatnya banyak sekali yang jelas itu kerugian alat-alat elektronik dan juga masalah kesehatan yang utama,” urainya.

Sementara itu berdasarkan data resmi BPBD Sekadau per 16 November 2021 tercatat 4 kecamatan terdampak, 28 desa terdampak, 5.518 KK terdampak 915 KK mengungsi,19.601 jiwa terdampak, 3.311 jiwa mengungsi dan 1 korban meninggal dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 20 cm sampai 2,42 m.

Komentar
Bagikan:

Iklan