Ribuan Umat Cinta Nabi SAW Hadiri Peringatan Maulid di Desa Peniraman
Mempawah (Suara Kalbar) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H / 2021 M berlangsung hikmad di Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Selasa (19/10/2021) pagi.
Ribuan umat muslim yang sebagian besar berpakaian putih-putih tampak berduyun-duyun datang ke Masjid Jami’ Babussalam.
Mereka datang dengan niat hati yang sama, yakni untuk memuliakan sang nabi akhir zaman, Muhammad SAW.
Ketua Remaja Masjid Jami’ Babussalam, Mezekki, didampingi Thohir, anggota panitia pelaksana, mengatakan, peringatan maulid digelar merupakan manifestasi untuk menumbuhkan rasa cinta umat Islam terhadap Nabi Muhammad SAW.
“Dengan maulid ini pula, menjadi bentuk rasa gembira dan penghormatan kita atas kelahiran nabi yang menjadi pembawa rahmat bagi semesta alam,” katanya.
Maulid juga membawa pesan moral sebagai cara umat Islam untuk meneladani sifat-sifat maupun akhlak yang sangat terpuji yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW.
Mezekki selanjutnya mengungkapkan, peringatan maulid ini terselenggara atas kerjasama Takmir dan Remaja Masjid Jami’ Babussalam Desa Peniraman.
“Alhamdulillah, atas bimbingan dan arahan dari Ketua Takmir Masjid Jami’ Babussalam, bapak Ahmad Husain, kami dapat menyelenggarakan peringatan maulid ini dengan baik, tertib dan lancar,” imbuh dia.
Mezekki dan para remaja masjid mengaku tak menyangka kegiatan itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
“Ribuan umat Islam yang hadir, tidak saja dari Desa Peniraman, tapi juga dari kecamatan dan daerah lainnya,” ungkapnya lagi.
Saking ramainya, ribuan jemaah yang tak kebagian tempat, rela duduk meluber hingga ke halaman dan parkiran masjid.
Bertindak sebagai penceramah, KH Muhajir Alwi, yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Darut Tolibin Desa Peniraman.
Dalam tausiahnya, Muhajir Alwi yang juga Rois Syuriah Nahdlatul Ulama Kabupaten Mempawah ini memaparkan tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW yang wajib diaplikasikan oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, perayaan maulid ini juga menjadi bukti bahwa umat Islam selalu mencintai dan menghormati kelahiran Nabi Muhammad dan zuriahnya, yakni para habaib.





