Cakupan Vaksinasi Mempawah Paling Rendah, Ini Analisa Kepala BIN Kalbar
Mempawah (Suara Kalbar) – Program percepatan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Mempawah mendapat perhatian dari Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kalimantan Barat, Brigjen Pol Rudy Tranggono.
Pasalnya, Mempawah sampai saat ini masih menempati urutan terakhir dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar terkait cakupan vaksinasi di wilayahnya.
Menyikapi itu, Kabinda bersama tim kemudian melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Mempawah, Senin (18/10/2021).
Selain memantau vaksinasi di dua sekolah, ia juga bertemu dengan Bupati Mempawah, Erlina, Wakil Bupati Muhammad Pagi, dan jajaran Forkorpimda, di ruang kerja bupati.
Dalam pertemuan silahturahmi tersebut membahas sejumlah isu terkini.
Termasuk, percepatan vaksinasi di Kabupaten Mempawah agar dapat terlaksana sesuai target yang ditentukan, yaitu 70% masyarakat Kabupaten Mempawah telah divaksin pada bulan Desember 2021.
Rudy Tranggono menjelaskan, tujuan kunker yang ia laksanakan, selain silaturahim dengan Pemkab Mempawah dan Forkopimda, juga membahas permasalahan aktual berkaitan isu pada akhir-akhir ini yang sedang hangat, yaitu vaksinasi di Mempawah yang berada di ranking akhir di Kalbar.
Oleh sebab itu, ia berharap kunker ini mampu memberikan motivasi ataupun langkah untuk mendongkrak capaian vaksinasi di Mempawah.
“Karena jika melalui pendalaman, dikarenakan banyaknya informasi negatif ataupun hoaks terkait vaksin yang dipercayai masyarakat Mempawah,” ungkapnya.
Rudy menilai, langkah-langkah strategis perlu segera diambil, dikarenakan program dan perintah Presiden RI untuk segera mencapai herd immunity dengan capaian tinggi pada akhir tahun 2021.
Lebih lanjut ia juga menjelaskan mengenai tugas BIN di daerah. Yakni untuk membantu pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan melalui Forum Kominda.
“Bupati diperbolehkan menggerakkan Kominda, sehingga saya berharap Forkopimda dapat memanfaatkan Kominda ataupun personel BIN yang ada di Mempawah, sehingga laporan antara Polres, BIN dan Kodim selaras,” ujar dia.
Masih soal Kominda, Rudy menginformasikan bahwa saat ini sudah mengalami perubahan.
Dahulunya dipimpin bupati, tetapi pada saat ini dipimpin Posda BIN yang berada di wilayah.
“Dengan ada perubahan ini, maka setiap ada permasalahan aktual nantinya dapat memberikan rekomendasi kepada bupati. Dan hal ini juga sudah kami lakukan di provinsi dengan Gubernur Kalbar,” jelasnya.
Kabinda juga meminta Pemkab Mempawah dan Forkorpimda untuk mengantisipasi munculnya ormas-ormas yang berbasis kesukuan. Karena banyak menimbulkan masalah dan berpotensi membuat permasalahan suku di daerah.
Selanjutnya, ia juga membahas soal persiapan tensi politik pada tahun 2022 dan tahun 2023.
Perkuat Koordinasi dengan BIN
Bupati Erlina menyambut baik dan berterima kasih atas kehadiran Kabinda Kalbar di Mempawah. Terlebih saran dan masukan yang diberikan bermanfaat bagi daerah yang ia pimpin.
“Terkait vaksinasi, kami juga sedang gencar-gencarnya berupaya meningkatkan capaian vaksinasi bersama dengan Kapolres dan Forkopimda lainnya,” jelasnya.
Agar berjalan efektif dan terkoordinir, Bupati mengungkapkan saat ini pelaksanaan vaksinasi di Mempawah sudah dibagi dalam tanggungjawabnya di setiap instansi.
“Jadi, setiap satu instansi bertanggungjawab terhadap 1 atau 2 kecamatan,” ungkap dia.
Terkait masalah kesukuan, dikatakan bupati memang sempat ada kejadian. Namun berkat bantuan Forkopimda, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dan damai.
“Ke depannya kami akan dengan senang hati berkomunikasi dan berkoordinasi dengan personel BIN yang ada di Mempawah,” ucap Erlina.
Sebelum bertemu dengan Pemkab Mempawah dan Forkorpimda, Brigjen Rudy yang didampingi Kapolres AKBP Fauzan Sukmawansyah dan pejabat utama Polres Mempawah, serta kapolsek terlebih dahulu meninjau kegiatan vaksinasi di SMPN 1 Mempawah Timur dan SMKN 1 Mempawah Hilir.






