SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah 150 Ribu Ekor Nila Dibudidayakan di Masjid Nurul Iman Anjongan, Pilot Project DMI dan FE Untan

150 Ribu Ekor Nila Dibudidayakan di Masjid Nurul Iman Anjongan, Pilot Project DMI dan FE Untan

PELEPASAN IKAN NILA. Ketua DMI Mempawah, yang juga Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, melaksanakan pelepasan bibit ikan nila di kolam Masjid Nurul Iman, Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kamis (28/10/2021), sebagai pilot project pemberdayaan ekonomi keumatan berbasis masjid. SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Istimewa

Mempawah (Suara Kalbar) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mempawah mendorong masjid-masjid di daerah itu menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Seperti yang kini tengah dikembangkan pengurus Masjid Nurul Iman, Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan melalui usaha pembibitan dan budidaya ikan nila.

Selain itu, ada juga Masjid Nikmaturrahman, Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, yang tengah bersiap membuka usaha air baku dan air galon.

Untuk diketahui, Masjid Nurul Islam menjadi pilot project program kerjasama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mempawah dengan Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura (FE Untan) dalam pemberdayaan ekonomi keumatan berbasis masjid.

Dimulainya program kerjasama ini ditandai dengan pelepasan secara simbolis 150 ribu bibit ikan nila di kolam yang terletak di dekat masjid oleh Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, yang juga Ketua DMI Mempawah, didampingi Tim FE Untan, Camat Anjongan dan Kades Kepayang, Kamis (28/10/2021).

Turut menyaksikan, Ketua TP PKK Mempawah, Julina Muhammad Pagi, Wakil Ketua DMI Mempawah, Muhammad Solihin, para pengurus DMI kabupaten dan kecamatan, Pengurus Masjid Nikmatur Rahman bersama Kades Purun Kecil, Pengurus Masjid Sabilal Muhtadin, serta tokoh dan masyarakat Desa Kepayang.

Ketua DMI Mempawah, Muhammad Pagi, menyambut baik dipilihnya Masjid Nurul Iman Anjongan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi keumatan.

“Terlebih, saat ini potensi pemberdayaan ekonomi umat di masjid-masjid di Kabupaten Mempawah belum dimanfaatkan secara optimal,” ungkap dia.

Padahal, imbuh Muhammad Pagi, masjid merupakan tempat strategis untuk pembangunan dan pemberdayaan umat, salah satunya dalam sektor ekonomi.

“Untuk itu, perlu ada peningkatan fungsi masjid sebagai media pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.

Ia juga memuji keberadaan Masjid Nurul Iman yang dibangun dengan dana dari wakaf produktif dan usaha pembibitan ikan. Bahkan tidak ada meminta sumbangan dari luar dan dari pemda.

“Kendati begitu, pemerintah daerah tetaplah memiliki kewajiban untuk hadir dan terlibat dalam pengembangan masjid dan program ini,” ucap Muhammad Pagi.

Karena itu, ia berharap pemberdayaan ekonomi keumatan yang dilakukan pengurus Masjid Nurul Iman maupun Nikmatur Rahman dapat diikuti masjid-masjid lainnya.

“Nanti tinggal dipilih mau usaha apa yang disesuaikan dengan potensi yang ada di sekitar masjid,” ujar dia.

Muhammad Pagi juga berkeinginan kedepannya Kabupaten Mempawah memiliki masjid-masjid yang mandiri, sehingga tercapai cita-cita Ketua Umum DMI Pusat, M. Jusuf Kalla dengan programnya “Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid”.

Sebelumnya Zaldi Arfan, selaku Pengurus Masjid Nurul Iman menyampaikan bahwa usaha pembibitan ini akan dikelola oleh remaja masjid.

Ia dan teman-teman dari DMI Kecamatan Anjongan dan DMI Kabupaten akan terus membina dan turut mengawasi program ini.

“Insya Allah, enam minggu kedepan kita akan melakukan panen perdana dari program pembibitan ini. Saya berharap program ini juga dapat dikembangkan oleh masjid-masjid yang lain,” tutupnya.

Komentar
Bagikan:

Iklan