Dapat 6.000 Bibit Mangrove dari PT BAI, Raja Fajar Sebut Ini Rezeki Tanjung Burung Mempawah
Mempawah (Suara Kalbar) – PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) menyalurkan 6.000 bibit mangrove bagi upaya konservasi kawasan pesisir di Pantai Tanjung Burung, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mempawah Hilir, Jumat (24/9/2021) pagi.
Dalam penyaluran maupun penanaman bibit mangrove itu, PT Borneo Alumina Indonesia menggandeng Mempawah Mangrove Conservation (MMC).
Usai penyerahan, dilakukan penanaman bibit mangrove secara simbolis di kawasan pantai Tanjung Burung yang turut dihadiri perwakilan manajemen PT BAI, Ketua MMC, Raja Fajar Azansyah, Sekcam Mempawah Hilir, Lurah Tanjung, serta para tokoh masyarakat setempat.
Koordinator Lapangan PT BAI, Irwansyah Siregar, mengatakan, sebagai bagian dari proyek strategis nasional (PSN) di Mempawah, pihaknya berupaya untuk membantu program penyelamatan kawasan pesisir pantai yang terancam abrasi.
“Kita mendapat informasi bahwa dalam satu tahun abrasi bisa menggerus pantai Tanjung Burung Mempawah sepanjang 20 meter. Di sini lah, PT BAI coba berperan untuk membantu menyelamatkannya,” ujar Irwansyah.
Program bantuan 6.000 bibit mangrove ini merupakan salah satu realisasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) atau CSR PT BAI yang akan dilaksanakan secara berkesinambungan (sistemable development).
Ia berharap, bibit mangrove yang diserahkan kepada MMC dapat tumbuh dengan baik dan memberikan kontribusi dalam mewujudkan hutan mangrove di Tanjung Burung.
Sebab menurut Irwansyah, hutan mangrove punya peran besar dalam mengurangi emisi dan efek rumah kaca. Dan kebetulan, pada 16 September lalu, adalah Hari Perlindungan Ozon Sedunia.
“Dengan demikian, penyaluran bantuan mangrove ini juga dapat diartikan sebagai aksi menyelamatkan lapisan ozon yang terus menipis dan kerusakan lingkungan yang parah, khususnya di kawasan pantai Tanjung Burung,” imbuhnya lagi.
Rezeki Tanjung Burung
Ketua Mempawah Mangrove Conversation (MMC), Raja Fajar Azansyah, mengaku datangnya bantuan 6.000 bibit mangrove dari PT BAI ini merupakan rezeki besar bagi Pantai Tanjung Burung.
Karena setelah kegiatan BPDAS-HL tahun 2020 sebanyak 40.000 bibit mangrove, upaya konservasi lingkungan di di Tanjung Burung ini ternyata tidak terputus, berkat adanya bantuan 6.000 bibit dari PT BAI.
Fajar, sapaan akrabnya, turut berharap dalam waktu dekat akan ada lagi CSR dari berbagai perusahaan di Mempawah untuk memberikan bantuan bibit mangrove untuk kegiatan pengamanan pantai di Tanjung Burung.
“Saya sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas bantuan dari PT BAI. Semoga programnya berkelanjutan, dan bibit mangrove ini akan segera kami lakukan penanaman,” kata Kabid Pariwisata Disdikporapar Mempawah ini.
Dan ia bertekad, amanah PT BAI untuk penanaman 6.000 bibit mangrove ini akan dilaksanakan sebaik-baiknya oleh Tim Mempawah Mangrove Corservation bersama masyarakat setempat.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Mempawah Hilir, Abdurrahman, mengatakan, upaya penanaman mangrove di Kabupaten Mempawah telah mampu menambah luas daratan di sejumlah titik kawasan pesisir karena adanya sedimentasi baru.
Karena itu, mewakili Pemerintah Kecamatan Mempawah Hilir, dirinya sangat antusias dengan adanya program CSR PT BAI yang direalisasikan dalam bentuk bantuan bibit mangrove untuk menyokong penyelamatan pantai.
“Kita tahu bersama, dari hutan mangrove akan lahir keragaman hayati maupun biota laut, misalnya kepiting dan lain sebagainya,” ujar mantan Kabid Lingkungan Hidup Dishub dan LB Kabupaten Mempawah ini.
Sekali lagi, Abdurrahman mengucapkan terima kasih kepada PT Borneo Alumina Indonesia dan Mempawah Mangrove Conservation yang telah turut berjuang bersama pemerintah daerah dalam menyelamatkan kawasan pantai dari kerusakan alam.






