Beratnya Perjuangan Kades Sejegi yang Setiap Saat Bertarung dengan Banjir
Mempawah (Suara Kalbar) – Memegang tampuk pimpinan di kawasan yang hampir setiap saat menjadi langganan banjir, tak membuat Muhammad Idris, Kepala Desa Sejegi, patah arang.
Amanah yang diemban di pundaknya, tetap dijalani dengan ikhlas. Ia bahkan masih bisa bercanda dengan para wartawan yang meliput penanggulangan banjir di Desa Sejegi.
“Yok kite basah-basahan. Biar tahu bagaimane rasanye masyarakat kami yang setiap saat harus “bertarung” dengan banjir,” kata Idris, sapaan akrabnya, kepada SUARAKALBAR.CO.ID, Senin (19/7/2021).
Meski masyarakatnya nyaris “terbiasa” dengan situasi bencana itu, tetap saja terselit rasa iba dalam hati sang kepala desa.
Warganya, tambah Idris, setiap saat harus waspada saat terjadi curah hujan tinggi, terutama memantau debit air dari aliran sungai di perhuluan.
Jika mendapat kabar kawasan perhuluan sudah banjir, maka dalam waktu 2-3 hari, limpahan air akan “menenggelamkan” sebagian kawasan Desa Sejegi.
“Kadang saye merase iba melihat warga yang harus bersiap-siap untuk mengemaskan barang rumah tangga. Dan itu berulang-ulang, bisa 3-4 kali dalam setahun,” katanya.
Selaku kepala desa, tidak sedikit keluhan, aduan dan laporan masyarakat yang mencemaskan situasi banjir yang terus meninggi.
Termasuk, keluhan warga yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Misalnya, makanan, air bersih, selimut hingga obat-obatan.
Untuk itu, ia harus rela berbasah-basah, mengarungi air setinggi pinggang, untuk mengambil langkah-langkah penyelamatan warganya.
“Jika air semakin tinggi, langkah evakuasi harus segera dilaksanakan. Kami beruntung, aparat TNI-POLRI bersama BPBD Mempawah selalu turun menolong,” beber dia.
Ia bahkan mengaku bangga, karena aparat negara ini tanpa pamrih hilir-mudik dengan perahu karet atau speed boat melakukan evakuasi.
Dan pada Senin (19/7/2021), ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Mempawah, Erlina, beserta pimpinan OPD Kabupaten Mempawah yang telah turun meninjau kondisi masyarakat yang terdampak banjir.
Bupati Erlina bersama Kadis Kesehatan dan PPKB, Jamiril, juga menurunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat Sejegi.
Kondisi warganya ada yang sudah mulai sakit. Misal demam, batuk pilek,gatal-gatal hingga sakit perut.
“Alhamdulillah, selain pemeriksaan kesehatan, warga kami juga mendapat bantuan mie instan. Dalam waktu dekat, juga akan datang bantuan beras. Saye dan masyarakat Sejegi tetap akan terus berjuang di tengah banjir!” pungkas Idris.
Sejegi adalah kawasan perdesaan di Kecamatan Mempawah Timur, yang memiliki luas 35,52 kilometer persegi. Ada 3 dusun di sana, 18 RT dan 6 RW.
Sementara jumlah penduduk Desa Sejegi sebanyak 2.339 jiwa, yang terdiri atas 1.167 laki-laki dan 1.172 perempuan.






