SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Daerah Mempawah Kisah Penjual Jamu di Mempawah yang Mengais Rezeki dari Lapak Takjil Ramadan

Kisah Penjual Jamu di Mempawah yang Mengais Rezeki dari Lapak Takjil Ramadan

Keluarga penjual jamu di Mempawah, yakni Mas Kamaruddin, Tati Mariati dan anaknya Uci yang turut mencari berkah ramadan dengan membuka lapak takjil di Pasar Sebukit Rama. Usaha ini dilakoni menyusul sepinya pembeli jamu akhir-akhir ini. SUARAKALBAR.CO.ID/Distra

Mempawah (Suara Kalbar) – Di Pasar Tradisional Sebukit Rama
Mempawah, masyarakat pasti mengenal sosok penjual jamu bernama Tati Mariati.

Tati menjual jamu sejak 1996. Itu berarti sudah 25 tahun
Tati dan suaminya, Mas Kamaruddin, menggantungkan hidup dari ramuan minuman
herbal menyehatkan tersebut.

Namun beberapa ramadan terakhir, terutama sejak pandemi
Covid-19, pelan-pelan usaha jamu Tati semakin sepi pembeli. Tapi ia tak
menyerah. Di bulan ramadan, Tati dan sang suami banting stir membuka usaha jualan
takjil.

Posisi tempat usahanya, persis di jalur keluar Pasar Sebukit
Rama Mempawah. Di lapak pertama, depan SDN 1 Mempawah Hilir.

Saat ditemui suarakalbar.co.id, Jumat (23/4/2021) sore, Tati
dan Kamaruddin tengah sibuk melayani pembeli takjil. Sang anak perempuan, Uci,
turut membantu berjualan.

“Alhamdulillah, meski usaha jamu istri saya lagi sepi, kami tak menyerah. Sekarang kami coba merintis jualan takjil ramadan. Hasilnya, bisa lah untuk menopang kebutuhan keluarga,”
kata Bang Sikam, sapaan akrabnya.

Di lapak sederhana itu, tersaji berbagai jenis kue, lauk
pauk dan minuman untuk berbuka puasa. Harganya, mulai Rp 1.000 – Rp 15.000.

Berjualan takjil dimulai sejak awal ramadan. Meski
keuntungan tipis–karena banyak penjual serupa di kawasan itu, Tati dan Bang
Sikam tetap bersyukur.

Kue-kue, lauk pauk dan minuman yang dijual, merupakan
titipan warga di Kota Mempawah. Kadang pula diraih dari para pembuat kue sejak
pagi hari.

“Yang penting kami sekeluarga tetap berusaha. Meski
keuntungan tipis, kami selalu bersyukur,” ujarnya seraya tersenyum.

 

Penulis : Distra

Komentar
Bagikan:

Iklan