SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News DMI Kalbar Gelar Seminar Transformasi Masjid Menuju Kesejahteraan Umat

DMI Kalbar Gelar Seminar Transformasi Masjid Menuju Kesejahteraan Umat

Seminar Kemasjidan DMI Kalimantan Barat yang bertajuk Transformasi Masjid Menuju Kesejahteraan Umat yang berlangsung secara daring dan diikuti ratusan ulama, tokoh masyarakat, pengurus dan remaja masjid, Sabtu (20/2/2021) pagi. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Pontianak (Suara Kalbar) – Masjid memiliki fungsi strategis
dalam masyarakat Islam. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi
sebagai media pembinaan umat secara holistik.

Rasulullah SAW membangun masjid pertama di kota Madinah
dengan tujuan mencerahkan umat dan mengenalkan risalah ilahiah.

Masjid bukan hanya digunakan untuk melaksanakan kegiatan
ibadah ritual saja seperti shalat berjamaah, dzikir, membaca al-Quran, dan
berdoa tetapi dapat juga digunakan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial
keagamaan dalam upaya mengembangkan masyarakat Islam.

Bahkan saat ini keberadaan masjid menjadi sangat potensial
terutama dalam memberdayaan umat Islam untuk setiap aspek kehidupannya.

Berawal dari pemikiran itu lah, Dewan Masjid Indonesia (DMI)
Kalimantan Barat, menggelar Seminar Kemasjidan dengan tajuk “Transformasi
Masjid Menuju Kesejahteran Umat” secara daring pada Sabtu, (20/7/2021) pagi.

Webinar via aplikasi zoom ini menghadirkan pembicara Ustadz
Adi Pratama Larisindo yang merupakan Pimpinan Masjid Kapal Munzalan. Sedangkan
bertindak sebagai keynote speaker, Wakil Gubernur Kalimatan Barat, Ria Norsan.

Ria Norsan juga tercatat sebagai Ketua DMI Kalimantan Barat dan
juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan itu, Ria Norsan mengatakan, keberadaan
masjid kini semakin penting bagi dunia Islam di Indonesia ditandai dengan
perkembangan jumlah masjid dan musala.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Bimas Islam Kementerian
Agama Republik Indonesia tahun 2014, tercatat 292.439 masjid dan 438.656 musala.

“Sedangkan di Provinsi Kalimantan Barat, jumlah masjid pada
tahun 2021 sebanyak 4.043 buah dan musala 2.942 buah,” katanya.

Hanya saja, jumlah masjid yang banyak tersebut, ternyata
belum berbanding lurus dengan peningkatan kualitas masyarakat Islam di
Kalimantan Barat.

“Padahal keagungan masjid tidak terletak pada keindahan
bangunan fisiknya saja, melainkan bagaimana upaya memberdayakan masjid sebagai
pusat pemberdayaan umat dan pengembangan peradaban,” tegasnya.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang juga Ketua DMI Kalimantan Barat, menjadi keynote speaker pada seminar kemasjidan dengan tajuk Transformasi Masjid Menuju Kesejahteraan Umat. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Keberadaan masjid, lanjut Ria Norsan, harus menjadi basis
pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Masjid diharapkan dapat menjadi pusat
semua kegiatan masyarakat, baik kegiatan formal maupun informal.

Potret pemberdayaan masyarakat berbasis masjid dapat
dilaksanakan melalui keikutsertaan remaja dalam kegiatan masjid, mengadakan
berbagai jenis pelatihan dan seminar, menjadikan masjid sebagai pusat ilmu,
memberdayakan fakir miskin yang menjadi tanggung jawab masjid dan menumbuhkan
kemandirian masjid.

Ria Norsan kemudian berharap, dari seminar ini dapat terwujud
transformasi masjid menuju kesejahteraan umat dan menjadikan masjid sebagai
solusi umat hari ini.

“Dan yang terpenting, masjid tidak hanya megah secara fisik,
tapi dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitar. Karena itu, takmir
masjid memiliki peran penting dalam memakmurkan masjid,” imbuhnya.

Dalam menyikapi situasi pandemi Covid-19, Ria Norsan juga meminta
agar jangan sampai masjid tidak difungsikan atau ditutup. Hendaknya tetap dibuka,
dengan mengikuti standar protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Jangan takut. Karena orang-orang yang ke masjid, sudah
bersuci, bersih dan berwudhu. Serahkan semuanya kepada Allah SWT. Sekali lagi,
tetap beraktivitas mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, memakmurkan
masjid dan dimakmurkan masjid,” pungkasnya.

Webinar yang berlangsung selama tiga jam ini, turut dihadiri ratusan peserta yang terdiri atas ulama, tokoh masyarakat, pengurus dan remaja masjid, baik di Kalimantan Barat
maupun di luar Kalimantan Barat.

 

Penulis : Distra

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play