Dekranasda Mesti Ciptakan Solusi Strategis agar Kerajinan Mempawah Go Nasional
![]() |
| Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, memberikan arahan usai pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Mempawah di MCC, Kamis (18//2/2021) pagi. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist |
Mempawah (Suara Kalbar) – Pemerintah Kabupaten Mempawah
mengajak Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Mempawah dapat mendorong
pelaku usaha kerajinan lokal agar meningkatkan kualitas dan kuantitas produk.
Dengan tujuan, produk daerah dapat go nasional dan dikenal
luas di seluruh tanah air, tidak hanya dinikmati masyarakat Kabupaten Mempawah
dan Provinsi Kalimantan Barat.
Ajakan itu disampaikan Wakil Bupati Muhammad Pagi saat
menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda)
Kabupaten Mempawah, masa bakti 2019-2024, di Mempawah Convention Center (MCC),
Kamis (18/2/2021). Pelantikan dilakukan Ketua Dekranasda Mempawah, Julina Muhammad
Pagi.
Berbicara mengenai potensi unggulan daerah yang ada di
Kabupaten Mempawah, Muhammad Pagi menyebut, ada beberapa yang sudah cukup
dikenal, diantaranya produksi aneka kerajinan dari bahan kulit kayu yang ada di
Kecamatan Toho, serta pengrajin tenun di Dusun Sungai Pandan Kecamatan Jongkat.
”Selain itu, kita masih memiliki hasil kerajinan lainnya
yang tersebar di beberapa kecamatan. Untuk itu, saya meminta Dekranasda terus
menggali dan mengenalkan potensi-potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten
Mempawah, sehingga menjadi produk unggulan sebagai ciri khas Mempawah dan
dikenal luas masyarakat,” katanya.
Sebagai mitra pemerintah daerah, wabup mengatakan,
Dekranasda mempunyai misi melestarikan nilai-nilai budaya bangsa berupa
produk kerajinan. Dengan cara melalui program kegiatan pembinaan,
pelatihan dan pemasaran/promosi hasil kerajinan daerah dengan mengikutsertakan
dalam berbagai even pameran.
“Karenanya, saya meminta Dekranasda berperan aktif menunjang
pergerakan pembangunan daerah, serta memahami tuntutan dan aspirasi masyarakat
agar solusi strategis, khususnya pengelolaan kerajinan daerah dapat diambil,”
ujar dia.
Lebih lanjut, Muhammad Pagi mengakui pandemi Covid-19
berimbas kepada para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) tak terkecuali
para pengrajin.
Akibatnya, banyak pelaku usaha yang kesulitan memasarkan
produk karena konsumen berkurang, permintaan menurun yang berakibat kepada
kapasitas produksi, serta tidak adanya pemasukan.
“Kepada pengurus Dekranasda, saya meminta melakukan
pembinaan, pendampingan, serta mencari dukungan dari berbagai instansi terkait
bagi para pelaku usaha kerajinan, sehingga usaha mereka tetap bertahan dan
berkembang ditengah-tengah situasi yang sulit saat ini,” ucapnya
Tidak lupa, ia mengharapkan agar pengurus yang baru dilantik
melakukan berbagai terobosan sekaligus meningkatkan kemampuan dan keterampilan
para pengrajin, bahkan kalau memungkinkan harus melakukan proteksi terhadap
karya-karya pengrajin dengan terus mensosialisasikannya kepada seluruh
masyarakat.
Penulis : Prianta






