20 Sekolah Dipersiapkan Belajar Mengajar Tatap Muka
![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Ahyadi |
Singkawang (Suara Kalbar)- Sebanyak 20 sekolah mulai dari Sekolah Dasar hingga SMP dipersiapkan untuk memasuki proses belajar mengajar secara tatap muka yang dijadwalkan pada Maret 2021 mendatang.
“Berkaitan dengan tatap muka dalam proses belajar mengajar khususnya kabupaten kota yang punya kewenangan PAUD, TK SD dan SMP sesuai hasil rapat koordinasi Kadis Pendidikan Kalbar, pak Gubernur dan Kadis Kesehatan,” ujar Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Ahyadi, Rabu (17/2/2021).
Dia menjelaskan untuk Kota Singkawang masuk zona kuning sejak 11 Februari 2021 lalu.
“Kita tindaklanjuti dengan melakukan rapat bersama kepala bidang, pengawas dan memang rencana kita ada akan melakukan tatap muka proses belajar di bulan Maret yang akan datang,” jelasnya.
Ahyadi mengatakan pihaknya mengambil 20 sekolah sebagai pilot project yang sudah memenuhi persyaratan oleh kementrian dan sudah dikoordinasikan.
“Kita cek lagi memang rencana kita akan dilakukan pada Maret namun tergantung perkembangan. Kalau memang zona orange memang tidak diperbolehkan sehingga kita dapat melaksanakannya,” katanya.
Menurutnya rapat koordinasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi, Kadis pendidikan seluruh kabupaten kota untuk menyikapi tatap muka teknisnya dan mudah-mudahan Singkawang bisa melaksanakannya.
“Menginginkan tatap muka teknis tatap muka yaitu pengawas, kepala sekolah secara umum tidak bisa full, misalnya satu kelas sebanyak 36 orang dan dibagi menjadi 18 orang,” jelasnya.
Untuk shif pertama, kata Ahyadi yaitu dari pukul 07.00 hingga 09.30 dan berjeda satu jam.
“Di masa jeda itu dilakukan penyemprotan sebelum para siswa masuk kelas dan kemudian shif kedua masuk kembali pada 09.30 hingga 11.30,” jelasnya.
Ahyadi menegaskan bahwa sekolah menyiapkan diri seperti yang tertuang dalam SKB menteri dengan mendahului kelas atas terlebih dahulu untuk kelas atas, jika di SD untuk kelas enam dan di SMP untuk kelas sembilan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, kata Ahyadi, menyerahkan ke pihak sekolah untuk mereka menyiapkan diri.
“Sesuai SKB Menteri tatap muka kelas atas dulu kelas enam dan kelas sembilan mau mengakhoi masa ujian sekolah semacam evaluasi. Kita juga mimta orangtua memaklumi situasi dan memberikan mengapresiasi orangtua yang telah menerapkan protokol kesehatan kepada anak-anaknya, dan dilaksanakan orangtuk untuk bisa mengawasi anak-anaknya,” jelasnya.
Dia juga meminta kalau memang siswa atau siswi tersebut kurang sehat, maka diminta jangan masuk ke sekolah dan menginformasikannya ke sekolah begitu juga guru jika merasa kurang sehat agar menginformasikan kepada kepala sekolah.
Penulis : Hendra






