SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Patroli Serentak di Gelar Karantina Pertanian di Perbatasan RI-Malaysia

Patroli Serentak di Gelar Karantina Pertanian di Perbatasan RI-Malaysia

Patroli bersama disepanjang perbatasan 966 KM dengan Malaysia secara serentak diawal tahun 2021. SUARA KALBAR/Foto:Agus Alfian

Entikong (Suara Kalbar) – Stasiun karantina pertanian kelas I Entikong bersama Satgas Yonif 642/Kps dan satgas Yonif 407 Padmakusuma serta  ICQ yang ada di Entikong gelar patroli bersama disepanjang perbatasan 966 KM dengan Malaysia secara serentak diawal tahun 2021. 

“Patroli bersama ini dilakukan untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan darat dari segala bentuk kegiatan illegal. Karena selama pademi Covid19 jalur tidak resmi rawan dijadikan rute penyeludupan baik itu produk pangan maupun barang terlarang lainnya. Selain itu pengawasan bersama ini juga untuk meningkatkan sinergisitas ICQ dan TNI-Polri diperbatasan,” kata Yongki Wahyu Setiawan, Kepala stasiun Karantina Pertanian kelas I Entikong, Selasa (20/1/2020) kemarin. 

Disampaikan Yongki wilayah kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Entikong meliputai empat kabupaten antara lain, Sanggau, Putusibau,Bengkayang dan Sambas. Dimana empat wilayah kerja itu semuanya memiliki potensi yang sama rawan terjadinya penyeludupan produk dari luar selama pademi Covid19. 

Menurut Yongki, patroli serentak di empat PLBN yakni Entikong, Aruk,Badau dan Jagoi merupakan upaya penegakan aturan perkarantinaan, sesuai dengan UU no 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan. 

“Banyak ditemukan jalan-jalan tikus yang menghubungkan dengan negara jiran. Jalur tersebut yang terus dilakukan pengawasan untuk mencegah masuknya produk pangan tanpa dilengkapi dokumen dan pemeriksaan Karantina,” ucap Yongki Wahyu Setiawan. 

Wahyu menyampaikan, jajarannya siap untuk melaksanakan pengawasan di kawasan perbatasan, khususnya untuk memastikan keamanan produk pangan. 

“Karantina Pertanian Entikong berkomitmen penuh menjaga perbatasan dari pemasukan produk pertanian ilegal dari Malaysia. Selain itu kami akan memastikan keamanan produk pertanian yang masuk ke Indonesia,” ujarnya 

Sementara itu, Dansatgas pamtas RI-Malaysia, Yonif 642/Kps,letkol Inf Alim Mustofa menegaskan  selama pademi Covid19 satgas di Entikong terus memantau jalur tidak resmi disayap kanan dan kiri PLBN Entikong.

Kedua jalur kiri dan kanan kerap digunakan untuk memasukan produk asal Malaysia secara illegal karena tidak melalui pintu resmi yang ditetapkan. 

“Kami tingkatkan patroli dan pengawasan 2 x 24 jam dikedua jalur tidak resmi yang ada di PLBN Entikong. Selama pademi ini sangat rawan, selain digunakan untuk menyeludupkan produk asal Malaysia juga jadi jalur untuk meloloskan narkoba serta pengiriman orang ke luar negeri.” ucap Alim Mustofa.

Alim Mustofa mengakui, selama ini sudah kerap mencegah upaya penyeludupan itu baik berupa produk pangan, unggas dan daging bahkan miras serta narkoba.

Penulis: Agus Alfian

Komentar
Bagikan:

Iklan