Zona Kuning Atau Merah, Gubernur Kalbar: Jangan Takut Asal Ditangani Serius
![]() |
| Gubernur Kalbar Sutarmdiji SUARA KALBAR/Foto:Adpim Pemprov Kalbar |
Pontianak (Suara Kalbar) – Zona kuning yang ada di Kalimantan Barat meliputi Kabupaten Ketapang, Mempawah dan Sanggau.
Berdasarkan data yang dirilis Diskes Provinsi Kalbar pada 20 Desember 2020 lalu, zona resiko perkembangan COVID-19 di Kalbar terdapat 11 Daerah yang berada pada Zona Oranye dan 3 daerah berada di Zona kuning penyebaran COVID-19.
Sementara untuk di Zona Oranye diurut dari nilai yang paling rendah yakni Kota Pontianak, Kubu Raya, Bengkayang , Sintang , Landak, Kota Singkawang, Kapuas Hulu, Sekadau dan Melawi.
Terkait akan hal itu Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta daerah harus serius menangani Covid-19 jangan sampai menyembunyikan data karena takut zona daerahnya berubah.
Sekalipun terdapat kabupaten/kota terdapat zona merah, hal tersebut ditegaskan orang nomor satu di Bumi Khatulistiwa itu tidak masalah.
“Tapi ditangani jangan malah takut menangani yang akhirnya membludak dari zona kuning berubah hampir menjadi zona merah. Maka itu akan menjadi masalah,” tegasnya.
Dijelaskannya seperti Kota Pontianak , Landak, Kubu Raya memang keterjangkitan sekarang tinggi karena beberapa kawasan tersebut melakukan swab yang banyak.
“Saya sudah bilang daerah harus serius, kalau sudah membludak nanti tidak tertangani dan duit pun habis untuk itu,” urainya.
Sutarmidji kembali mengatakan apabila ada daerah yang berada di zona oranye jangan takut dan tidak masalah, namun bagaimana membuat daerah tersebut bisa menjadi kuning bahkan hijau.
“Jangan takut kalau zona oranye, tapi bagaimana membuatnya menjadi zona kuning dan bahkan menjadi hijau. Dengan catatan data jangan disembunyikan karena takut perubahan zona,” paparnya.
Diakuinya meski hal tersebut terjadi dalam tatanan waktu tertentu yang akan membuat kasus positif melonjak. Kemudian setelah itu akan mudah menangani dan melakukan evaluasi.
“Kalau tidak ada bahan gimana mau evaluasi. Kita anggap daerah kita bagus tahunya tidak,” sesalnya.
Dalam penanganan Covid-19 ia meminta seluruh pihak harus tegas jangan pernah takut di protes orang karena yang terpenting adalah kerja untuk masyarakat yang perlu diberikan keamanan.
“Akan tetapi kalau tidak ada data, evaluasinya juga akan susah,” pungkasnya.
Penulis: Pri






