Warga Desa Pasir Panen Ribuan Tengkuyung di Hutan Mangrove
![]() |
| Kaum ibu dan remaja yang menjelajahi hutan mangrove untuk mencari tengkuyung di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. SUARAKALBAR.CO.ID/Ist |
Mempawah (Suara Kalbar)-Sejak seminggu terakhir, warga Desa Pasir,
Kecamatan Mempawah Hilir, dapat kesibukan baru. Kaum ibu dan remaja berlomba-lomba
panen tengkuyung yang merayap di pohon mangrove.
“Jumlahnya ribuan om. Banyak sekali. Sejak seminggu terakhir
kamek turun. Lumayan, kamek bise dapat 2-3 kilogram tengkuyung. Kamek jual
untuk beli kuota internet,” ungkap Rizki, warga Desa Pasir, kepada
suarakalbar.co.id, Senin (21/12/2020).
Rizki yang juga pelajar SMPN 1 Mempawah ini menceritakan,
bersama kaum ibu di Desa Pasir, dirinya turun ke tepi laut sejak pukul 08.00
WIB. Berjalan kaki, kemudian masuk ke kawasan hutan mangrove.
“Sekitar jam 8, air laut mulai pasang. Saat itu lah,
tengkuyung banyak yang merayap ke batang pohon mangrove. Jadi kamek semue tinggal
memungut tengkuyung dan dimasukkan ke dalam kantong plastik,” ujarnya.
Begitu waktu beranjak siang, kaum ibu dan remaja pun beranjak
pulang. Tengkuyung ada yang dijual, tapi biasanya juga dimasak dengan santan
untuk konsumsi keluarga.
Panen tengkuyung, tambah Rizki, boleh dibilang kesibukan
musiman. Jika air laut pasang cukup tinggi, baru tengkuyung dapat diambil
karena merayap di pohon mangrove.
Ia mensyukuri, sejak pemerintah dan komunitas di Mempawah
banyak menanam mangrove, tengkuyung bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat
di kawasan pesisir pantai.
“Dulu waktu belum ada mangrove, tidak ada tengkuyung yang
bisa diambil. Sekarang hutan mangrove sudah lebat, bawa rezeki buat kamek di
sinik,” katanya.
Penulis: Distra





