TikTok Dukung Kominfo Kuatkan Literasi Digital Masyarakat Indonesia
![]() |
| Ilustrasi aplikasi TikTok. (pixabay.com/antonbe/13 images) |
Suara Kalbar – TikTok mendukung program Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam literasi digital melalui serangkaian kegiatan.
Salah satunya melalui program
#SiBerani untuk melawan perundungan siber, dan acara bincang bersama
Menteri Johnny G. Plate bertajuk #BerkreasiDiMedsos di aplikasi TikTok yang didukung oleh SiBerkreasi untuk untuk membahas berbagai tantangan literasi digital.
Dalam kurun waktu 9 tahun terakhir, sejak
2011 hingga 2019, ada 37.381 aduan yang masuk ke Komisi Perlindungan
Anak Indonesia (KPAI). Dari jumlah tersebut, pelaporan kasus bullying
atau perundungan, di dunia pendidikan maupun media sosial mencapai 2.473
laporan.
“Pemahaman literasi digital sangatlah
penting untuk menekan angka perundungan siber dan mendorong generasi
muda untuk nyaman berkreasi di dunia digital,” kata Sekretaris Jenderal
Kementerian Kominfo, Niken Widiastuti melalui keterangan resminya.
Peran semua pihak, termasuk TikTok
sebagai penyedia platform digital untuk membantu menyediakan dan menjaga
lingkungan internet yang aman, sehingga dapat sejalan dengan harapan
generasi muda dalam membangun Indonesia Maju.
Melalui program #SiBerani yang
diluncurkan dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ini,
Kominfo ingin mengajak generasi muda untuk ikut menciptakan Indonesia
Maju dengan menjadi warga digital yang bijak dan mengapresiasi
kreativitas di platform digital.
Generasi muda dapat ikut serta dalam
tantangan di aplikasi TikTok dengan tagar #SiBerani dengan mengunggah
video yang menyemangati pengguna lain, yang pernah mengalami perundungan
siber ataupun mengingatkan untuk tidak menjadi perundung siber.
“Salah satu komitmen TikTok adalah untuk
menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna dalam mengungkapkan
kreativitasnya di aplikasi. Kami mendukung penuh program pemerintah
dalam membantu terwujudnya lingkungan internet yang aman dan nyaman bagi
semuanya, termasuk pengguna TikTok,” kata Donny Eryastha, Head of
Public Policy, TikTok Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Sumber : Suara.com, Selengkapnya DISINI





