Studi AAA: Sistem Semi Otonom Belum Sepenuhnya Bisa Diandalkan
![]() |
| Subaru Outback, sebagai ilustrasi [Shutterstock]. |
Suara Kalbar – AAA (dibaca Triple A), singkatan dari American
Automobile Association baru saja melakukan sebuah studi tentang sistem
bantuan pengemudi atau driver assistance systems. Hasilnya, peranti ini belum sepenuhnya bisa diandalkan.
Dalam studinya AAA melibatkan sejumlah model dengan tahun produksi 2019 dan 2020. Antara lain adalah BMW X7, Cadillac CT6, Ford Edge, Kia Telluride, dan Subaru Outback.
Semua model dilengkapi beberapa bentuk
teknologi mengemudi semi-otonom mulai dari Cadillac’s Super Cruise
hingga Telluride’s Highway Driving Assist. Namun sebagian besar justru
tidak bisa benar-benar membawa mobil tetap berada di jalurnya.
Menurut direktur teknik otomotif dan
hubungan industri AAA, Greg Brannon, dengan banyaknya masalah yang
mereka alami saat pengujian, tidak jelas bagaimana sistem ini mampu
meningkatkan pengalaman berkendara dari sebuah mobil.
![BMW X7 dalam world premiere di Geneva Motor Show 2018 [Shutterstock].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/07/05/24688-bmw-x7.jpg)
“Dalam
jangka panjang, dengan teknologi yang masih seperti ini, bisa
mengurangi penerimaan publik terhadap kendaraan yang sepenuhnya otomatis
di masa depan,” ujar Greg Brannon, seperti dikutip dari Carscoops.
Dalam studi pun dijelaskan kondisi dan
marka jalan sangat berpengaruh terhadap efektifitas sistem. Secara
khusus, studi menemukan bahwa pada posisi tertentu saat berhadapan
dengan marka baru, sistem dapat dengan baik mempertahankan mobil berada
di jalur. Namun marka jalur yang bervariasi membuat sistem sedikit
bermasalah dalam “membacanya”.
Selain itu, studi juga menemukan bahwa sistem bantuan pengemudi jauh dari 100 persen dapat diandalkan.
Secara keseluruhan, AAA menemukan
kemungkinan terjadi tabrakan adalah 66 persen. Kecepatan tumbukan
rata-rata adalah 40,2 km per jam lebih rendah dari kecepatan yang
ditetapkan. Yaitu 48,3 km per jam.
Sebagai catatan sistem ini tidak
benar-benar dirancang untuk mendeteksi kendaraan yang menghalangi di
depan jalur. Sedangkan sisi baiknya, sistem cruise control adaptif
dengan bantuan stop-and-go mampu bekerja dengan sangat baik.
Sumber : Suara.com, Selengkapnya DISINI





