SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Jadi Mendikbud, Nadiem Makarim Mengaku Frustasi Urus Pendidikan Indonesia

Jadi Mendikbud, Nadiem Makarim Mengaku Frustasi Urus Pendidikan Indonesia

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud Nadiem Makarim saat
menghadiri resepsi Milad 107 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta (UMY), Bantul, DIY, Senin (18/11/2019). – (dok Muhammadiyah)

Suara Kalbar- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud Nadiem Makarim
mengaku selama kurang lebih satu tahun beralih profesi dari CEO
perusahaan swasta ke jabatan pemerintahan membuat dirinya frustasi.

Nadiem mengatakan, kultur kerja di
pemerintahan dan perusahaan swasta sangatlah berbeda. Sebab, ketika
menjadi menteri, ia dihadapkan birokrasi dan administrasi yang rumit,
termasuk publik yang selalu mengawasi setiap kebijakan.

“Kadang di pemerintahan banyak
sekali yang membuat kita frustasi, banyak hal; birokrasi, administrasi,
regulasi, ada berbagai macam hal, menjadi profil yang sangat publik di
mana berbagai keputusan berat yang harus kita lakukan pasti tidak ada
orang yang tidak setuju, bagaimana menghandle itu kan bagi saya dan tim
saya itu merupakan tekanan yang sangat tinggi,” kata Nadiem dalam
talkshow di YouTube Tempo, Sabtu (11/7/2020).

Menurut Mantan CEO Gojek itu, situasi
pandemi virus corona covid-19 makin membuat dirinya harus berpikir
memberikan invoasi agar pendidikan dan kebudayaan tetap berjalan.

“Jadi bayangkan, pertama kali masuk
pemerintah, pertama kali di sektor pendidikan, pertama kali mengalami
pandemi, semuanya pada saat yang bersamaan, ya kekuatan mental harus
menjadi kunci utama bagi saya dan tim saya sekarang,” katanya.

Kata dia, hanya ada dua pihak yang berhak
menilai kinerjanya di Kemendikbud yakni presiden sebagai orang yang
mempekerjakannya dan masyakarat Indonesia yang merasakan kebijakannya di
bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Kalau saya (menilai) sih selalu tidak
puas, saya waktu pertama kali berbicara dengan semua eselon 1, saya
selalu memberikan peringatan kepada mereka, saya itu kalau kerja memang
enggak akan pernah puas, jadi jangan harapkan saya pernah bilang puas,”
imbuh Nadiem.

Sumber : Suara.com

Komentar
Bagikan:

Iklan

Play