SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Sutarmidji Lepas Pasokan Cabe Rawit Merah Dari Jatim

Sutarmidji Lepas Pasokan Cabe Rawit Merah Dari Jatim

Gubenur Kalbar Sutarmidji beserta Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono  dan Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Muhammad Munsif saat mengecek 12 ton cabe rawit di dalam truk yang akan segera didistribusikan setelah dilepaskan Gubernur Kalbar pada Minggu (14/6/2020) pukul 05.45 pagi.

Pontianak (Suara Kalbar) – Gubernur Kalbar, Sutarmidji melepas truk yang membawa pasokan cabe rawit merah sebanyak 12 ton yang berasal dari Tuban, Jawa Timur untuk disuplai keseluruh wilayah Kalbar di Kantor Gubernur Kalbar, Minggu (14/6/2020) sekitar pukul 05.45 pagi.

Hadir di dalam pelepasan pasokan cabe rawit merah diantaranya Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono, Kepala Perwakilan BI, Kepala BPS, Perwakilan Karantina Pertanian, Badan Pekerja Teknologi, dan dikawal Dinas Perhubungan serta Satpol PP.

“Kebutuhan kita disini antara 1.500 ton perbulan ya, produksi kita antara 300 sampai 400 ton,dan selalu menjadi penyumbang inflasi, jadi inflasi itu naik turun,kalau di sistem kuadran dia selalu berada dikuadran pertama padahal harusnya kita jadikan kuadran ke 4,” ujar Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Tidak hanya cabe rawit saja yang menjadi penyumbang inflasi, kata Sutarmidji, bawang merah juga menjadi penyumbang inflasi. Sedangkan untuk sayur-sayuran masih bisa dicukupi dengan petani-petani lokal,karena Kalbar juga sebagai pemasok untuk daerah luar dan sayur-sayuran tersedia.

Orang nomor satu di Kalimantan Barat ini mengatakan perusahaan daerah diminta untuk memasok pasar untuk bekerjasama dengan distributor dari luar Kalbar ,yang akan masuk ke pasar melalui Perusda.

“Ya, daripada Perusda yang usahanya kecil aja bagus dia melakukan hal-hal ini artinya membantu pemerintah daerah untuk menstabilkan harga pangan,” katanya.

Sementara itu, Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut memberikan pendapat tentang di pasoknya cabe merah sebanyak 12 ton yang didatangkan dari Jatim.

“Kita sangat berterimakasih atas peran provinsi untuk mendatangkan cabe tadi 1 truck itu, ini kan untuk menstabilkan harga cabe dipasaran supaya tidak terjadi inflasi yang tinggi, ini salah satu upaya pemerintah menjaga,” kata Edi.

Edi berharap kerjasama-kerjasama seperti ini bisa berlanjut agar nanti pada saat harga pangan di kota Pontianak mulai tinggi bisa pemerintah menstabilkan lagi untuk mencegah inflasi.

Kepala Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Munsif juga menanggapi terkait hal ini dan menjelaskan bahwa ini merupakan pasokan tahap yang kelima.

Ia menjelaskan cabe merah ini dipasok dari Tuban yang merupakan daerah sentral produksi cabe yang pada minggu ini sedang panen besar.

“Perjalan lewat kapal, menggunakan kapal Darma Kencana dalam waktu perjalanan 36 jam. Kemarin berangkat Jumat pagi, dan agak lambat dini hari baru nyampai dan langsung kita distribusikan,” kata Munsif kepada suarakalbar.co.id .

Munsif menjelaskan bahwa ini bahwa pasokan ini merupakan pasokan tahap kelima dengan jumlah 12 ton khusus cabe rawit, sehingga secara keseluruhan pihaknya sudah memasukan sejak bulan Mei sebanyak 47 ton.

Dia berharap program stabilisasi yang didukung oleh kementerian bisa betul-betul membantu Kalbar dalam rangka mewujudkan stabilitas pangan dan harga.

“Kita bukan hanya akan berhenti di cabe, kita akan terus mendorong Perusda untuk mengkaji kemungkinan mengembangkan jaringan distribusi untuk produk pangan lainnya, tentu saat ini yang sedang bergejolak,” katanya.

Ia kembali berterimakasih kepada  Menteri dan Kepala Badan Ketahanan Pangan ,dan Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Makanan karena telah memberikan dukungan penuh sehingga Kalbar bisa sampai lima kali mendapatkan biaya subsidi angkutan.

Penulis : Yapi

Editor : Hendra

Komentar
Bagikan:

Iklan