SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Protes George Floyd, Demonstran Bentrok dengan Polisi di Depan Gedung Putih

Protes George Floyd, Demonstran Bentrok dengan Polisi di Depan Gedung Putih

Aksi demonstrasi memprotes kematian George Floyd di Washington DC. (Anadolu Agency/Yasin Ozturk)

Jakarta (Suara Kalbar)- Aksi kerusuhan di Amerika Serikat masih bertahan selama dua hari berturut-turut di depan Gedung Putih. Bahkan para demonstran sampai bentrok dengan pihak Secret Service AS.

Suara.com menyadur The Guardian,
Minggu (31/05), para demontrans masih bertahan di depan gedung putih
dan terlibat bentrok dengan aparat keamanan yang terdiri dari Secret
Service, Polisi Distrik Columbia, dan Polisi sekitar.

Ratusan demonstran meneriakkan “Aku tidak
bisa bernapas”, “Black Lives Matter” dan “Fuck Donald Trump!”, sembari
mengitari lapangan Gedung Putih, pada hari Sabtu (30/05).

Gabungan pihak keamanan tersebut
membentuk barikade ketika presiden AS kembali ke Gedung Putih dari
perjalanan ke Florida. Lafayette Square, taman di depan rumah eksekutif,
ditutup dengan penghalang baja.

Protes di Gedung Putih dimulai pada hari
Jumat, ketika kerumunan ratusan orang berkumpul di depan kediaman
presiden Donald Trump. Pada saat yang sama, Trump mengeluarkan cuitan
melalui akun Twitter yang berbunyi bahwa pengunjuk rasa bisa diserang
oleh “anjing ganas dan senjata” yang digunakan oleh Dinas Secret Service
AS.

Pada hari Sabtu (30/05), beberapa
pengunjuk rasa tinggal di dekat Gedung Putih, sementara yang lain
berbaris di jalan-jalan meneriakkan, “Tidak ada keadilan dan tidak ada
perdamaian.” dan “Sebut namanya: George Floyd.”

Di Lincoln Memorial, seorang demonstran
berbicara melalui megafon, “Lihat ke kiri dan ke kanan, dan terima kasih
kepada kalian. Kami tidak bisa memeluk siapa pun karena Covid tetapi
saya tetap mencintaimu.”

Pawai berhenti di antara Monumen
Washington dan Museum Afrika-Amerika dan para demonstran duduk di jalan
sesaat. Banyak pemrotes mengenakan topeng, tetapi tidak secara sosial
menjauhkan diri.

Pada Sabtu malam, pengunjuk rasa
menerobos penghalang di depan Gedung Putih dan memasuki taman, tetapi
diusir oleh polisi yang menggunakan perisai, pentungan dan semprotan
merica.

Sebuah mobil dibakar sebagai buntut kerusuhan di Amerika Serikat.[Twitter/@finnygo]
Sebuah mobil dibakar sebagai buntut kerusuhan di Amerika Serikat.[Twitter/@finnygo]

Menurut laporan Washigton Post, demonstran merusak beberapa kendaraan dinas Secret Service dan mendorong petugas yang menggunakan perisai.

Sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter @finnygo seorang wartawan CBC News,
memperlihatkan ketegangan meningkat ketika sabtu malam, tempat sampah
dan mobil di dekat Gedung Putih dibakar, dan jendela-jendela beberapa
toko hancur.

Dalam sebuah video yang ditayangkan Fox
News, Polisi yang menggunakan perisai tersebut terlihat membalas
mendorong bahkan hingga menyebabkan salah seorang demonstran terjadih.
Alhasil kerusuhan tidak dapat dihindarkan.

Pihak Secret Service mengatakan dalam
sebuah pernyataan pada Sabtu (30/05),  bahwa enam pemotres ditangkap di
Washington dan “banyak” petugas terluka. Tidak ada perincian tentang 
cedera tersebut.

Seorang juru bicara kepolisian taman AS
mengatakan petugas mereka tidak melakukan penangkapan, tetapi beberapa
menderita luka ringan dan satu dibawa ke rumah sakit setelah tertembak.

Sumber    : Suara.com

Editor       : Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan