Terus Bertambah, Total 110 ODP di Mempawah
![]() |
| Laman website Dinas Kesehatan |
Mempawah (Suara Kalbar) – Setiap hari, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Mempawah terus bertambah. Dari update laman website Dinas Kesehatan Pemprov Kalbar per 2 April pukul 08.00 WIB, jumlahnya menjadi 110 orang. Sementara itu, data selesai pemantauan sebanyak 41 orang.
Anggota Gugus Tugas Pemkab Mempawah, drg Mukhtar Siagian mengatakan, petugas terus bekerja di lapangan untuk melakukan pengawasan dan monitoring terhadap keluar masuk orang di Kabupaten Mempawah. Agar petugas dapat mendeteksi keberadaan warga yang baru datang.
“Setiap ada laporan masuk dari Puskesmas langsung diolah di Posko Covid-19 Kabupaten Mempawah. Data ini harus selalu diupdate setiap saat,” terang Mukhtar, Kamis (02/03/2020) di Mempawah.
Mukhtar menjelaskan, penetapan seseorang masuk dalam kategori ODP berdasarkan pada beberapa kriteria. Yakni, orang yang baru datang atau pulang dari zona merah Covid-19 seperti Jakarta dan lainnya, mengalami sakit dengan gejala mirip Covid-19.
“Maka kita minta agar ODP dengan kesadaran dirinya mengkarantina diri selama 14 hari. Dan jika kondisi kesehatannya semakin mengkhawatirkan, akan kita rujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Untuk itu, Mukhtar mengharapkan peran aktif dan dukungan elemen masyarakat agar berpartisipasi membantu petugas dalam melakukan pengawasan dan monitoring kehadiran masyarakat di lingkungannya.
“Jika ada warga yang baru datang atau pulang dari zona merah Covid-19, secepatnya laporkan kepada petugas baik itu di Puskesmas maupun Posko Covid-19 Kabupaten Mempawah,” imbuh dia.
Sementara itu, ada 2 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diisolasi di RSUD Dr Rubini Mempawah. Keduanya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status infeksi Covid-19.
Penulis : Dian
Editor : Dina Wardoyo






