SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Ini Penampakan Rumah Akmal Penderita Bocor Jantung

Ini Penampakan Rumah Akmal Penderita Bocor Jantung

Rumah Akmal (10), di Kampung Jagu RT 07/ RW 03 Kelurahan Anjongan Melancar, Kecamatan Anjongan Melancar, Kecamatan Anjongan, Jumat (17/4/2020)

Mempawah-(Suara Kalbar)- Akmal (10) warga Kampung Jagu RT 07/RW 03, Kelurahan Anjongan Melancar, Kecamatan Anjongan, mendadak menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

Bocah malang yang baru saja menjalani operasi jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta itu, membuat postingan di media sosial hingga viral di kalangan netizen masyarakat Kabupaten Mempawah.

Suara Kalbar.co.id. ditemani aktivis, Khairani, berkesempatan menyambangi kediaman Akmal di Kampung Jagu. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Anjongan tak menyurutkan semangat kami untuk menemui keluarga Akmal. Setibanya di rumah, kami mendapatkan sambutan hangat Ayah Akmal, Sarjono.

Rumah yang ditempati keluarga Akmal memang terbilang sederhana, dan rumah satu lantai itu terdiri dari empat ruangan yakni satu ruangan tamu, satu kamar, ruang tengah sekaligus ruang keluarga dan dapur. Kemudian, satu ruangan lainnya menjadi tempat usaha orang tua Akmal yang kesehariannya menjual sembako.

Di rumah itulah, Akmal bersama kedua adiknya Najwa dan Aqila berteduh. Selain kedua orang tuanya, Sarjono dan Evi Sulastri, juga ada neneknya yang tinggal di rumah tersebut. Melihat kondisi itu, memang tidak memungkinkan jika Akmal dan Ibunya harus melakukan karantina mandiri di rumahnya sepulang dari Jakarta.

Apalagi, adiknya, Aqila (2,5) juga membutuhkan perawatan pasca menjalani operasi jantung sekitar delapan bulan lalu. Kondisi itulah yang akhirnya mendorong Akmal dan Ibunya ‘mengadu’ dengan membuat postingan di media sosial dengan harapan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Saya sudah 3 bulan berada Jakarta dan sudah kehabisan biaya untuk keperluan hidup sehari-hari. Jika harus mencari rumah kost lagi di Anjongan, maka tidak memungkinkan. Saya tidak minta biaya, hanya minta difasilitasi tempat karantina mandiri ketika sudah pulang ke Anjongan,” kata Evi Sulastri.

Terkait postingannya yang menjadi viral, Evi mengaku sama sekali tidak menduganya. Dia pun mengatakan tidak ada dorongan dari pihak mana pun untuk membuat postingan tersebut. Menurut dia, postingan itu murni inisiatif dirinya sendiri.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan kabar baik adanya respon dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk menyediakan fasilitas selama menjalani karantina mandiri 14 hari nanti,” katanya.

Penulis      : Dian Sastra

Editor        : Hendra

Komentar
Bagikan:

Iklan