Anggota Dewan Sanggau Keluhkan Pelayanan Air Bersih
![]() |
| Anggota DPRD Kabupaten Sanggau H Samiun |
Sanggau (Suara Kalbar)- Anggota DPRD Sanggau, H Samiun mengungkapkan pihaknya masih mendapat keluhan dari masyarakat, diantaranya pelayanan air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Pancur Aji Sanggau yang belum maksimal.
“Ada masyarakat yang mengadu ke saya, bahwa air di rumah mereka sudah berhari -hari tidak ngalir, ada juga yang mengeluhkan airnya keruh, sementara tagihan yang harus dibayarkan itu mahal,” ujar H Samiun, Minggu (1/3).
Menurutnya, pelayanan air bersih ini berbeda dari kepemimpinan yang sebelumnya dan meminta distribusi air bersih jangan sampai macet.
Angggota DPRD Kabupaten Sanggau, Dapil Kecamatan Kapuas ini juga mengaku di rumahnya sendiri juga airnya tidak mengalir, kemudian dirinya menelpon
“Dirumah saya juga sama, ngalir sebentar setelah saya telepon pihak Perumdanya, itupun setelah itu macet lagi sampai sekarang, sudah tiga hari. Terpaksa saya dengan keluarga turun ke sungai untuk mandi,” ujarnya.
Banyaknya keluhan yang diterimanya, Samiun mendesak Perumda Air Minum Tirta Pancur Aji Sanggau mengoptimalkan pelayanan khususnya distribusi air bersih kepada masyarakat.
“Jikapun ada kerusakan atau pembagian jadwal distribusi air, mestinya disampaikan kepada pelanggan agar pelanggan bisa mengantisipasi,” tegasnya.
Haji Tel sapaan akrab H Samiun meminta agar pelayanan kepada pelanggan harus diprioritaskan, dan jangan diabaikan, meskipun pihaknya mendengar ada persoalan yang dihadapi Perumda Air Minum Sanggau.
“Kami minta jadwal pembagian air diumumkan, biar masyarakat tahu dan siap menghadapi air yang tiba-tiba macet,” katanya.
Direktur PDAM Tirta pancur aji Sanggau, Yohanes Andriyus Wijaya, menjelaskan bahwa saat ini jumlah pelanggan Perumda air minum Tirta Pancur Aji Sanggau bertambah signifikan.
“Tahun 2019, terjadi penambahan pelanggan kurang lebih 500 pelanggan baru. Namun, penambahan tersebut tidak dibarengi dengan penambahan kapasitas,” katanya.
Persoalan tersebutlah yang membuat pelayanan belum maksimal.”Itu persoalannya, seperti kita bagi duet misalnya, seharusnya duet Rp 1 juta cukup untuk 10 orang tapi kita paksakan untuk 15 orang,” katanya.
Akibat penambahan pelanggan yang berimplikasi terhadap distribusi air tersebut, Perumda air minum Tirta Pancur Aji Sanggau terpaksa memberlakukan sistem giliran kepada pelanggan.
“Tahun ini, kita usahan IPA Liku akan kita fungsikan karena memang sejak tiga tahun lalu belum pernah difungsikan. Mungkin dengan beroperasinya IPA Liku ini nanti persoalan distribusi air ini sedikit bisa teratasi,” ujarnya.
Lantaran untuk wilayah Bunut inikan dilayani IPA Projal yang hanya berkapasitas 10 liter perdetik untuk melayani maksimal 1000 pelanggan. “Sementara pelanggan kita di wilayah Bunut dan sekitarnya itu ada sekitar 2000 lebih,” katanya.
Untuk mesin-mesin yang mengalami masalah suku cadang, kata Andre, pihaknya akan menyiapkan suku cadang mesin baru agar bisa terus bekerja mendistribusikan air bersih kepada pelanggan.
“Yang terpenting itu mengoptimalkan IPA Liku, itu tidak ada pilihan lain kita,” ujarnya.
Tanpa bermaksud mengabaikan pelayanan distribusi air minum ke pelanggan, Andre mengaku saat ini masih memfokuskan diri pada penyehatan Perumda air minum Tirta Pancur Aji Sanggau.
“Perbaikan di internal sudah hampir selesai sebenarnya. Hanya saja kita perlu lagi meningkatkan kekompakan dan budaya kerja yang sudah kita bangun di internal kita, sehingga bisa lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Penulis : Ucok
Editor : Hendra






