Banjir Setinggi Satu Hingga Dua Meter Rendam 9 Desa di Sungai Laur
![]() |
| Kondisi banjir di Kecamatan Sungai Laur Kabupaten Ketapang Kalbar |
Ketapang (Suara Kalbar) – Setelah
diterjang banjir pada awal Januari lalu, kini banjir kembali merendam
sembilan desa di Kecamatan Sungai Laur Kabupaten Ketapang. Bencana
banjir tersebut lantaran luapan Sungai Laur yang disebabkan curah hujan
yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir ini.
Warga
Desa Bayunsari Kecamatan Sungai Laur, Muhammad Sadikin (32) menyebutkan
sedikitnya sembilan desa yang terdampak banjir, yakni Desa Bayunsari,
Harapan Baru, Sepotong, Selangkut Rata, Bengaras, Sempurna, Teluk
Mutiara, Suka Ramai dan Teluk Bayur.
“Banjir
sekarang lebih parah dari kemarin, ketinggian bervariasi ada yang
mencapai satu meter bahkan lebih. Ada beberapa warga mengungsi, di Desa
Bayunsari ada lima KK yang mengungsi. kondisi ini sudah empat hari,”
ujarnya, Selasa (14/1/2020).
Selain
merendam rumah warga, banjir juga merendam kantor Polsek setempat
hingga fasilitas pendidikan. Sejumlah sekolah pun dilaporkan terpaksa
meliburkan siswanya hingga air kembali surut.
Kapolsek Sungai Laur IPTU Abdul Muhlis mengatakan banjir bahkan mencapai ketinggian dua meter di dataran rendah.
![]() |
| Air masuk kedalam ruangan Polsek Sungai Laur setinggi 10 centimeter |
“Sampai
sekarang Kantor Polsek masih terendam air. Ketinggian air bervariasi,
parahnya ada yang mencapai dua meter hingga lebih terutama di pemukiman
yang berada di dataran rendah,” sebutnya.
Sementara
untuk memberikan pelayanan penanggulangan banjir, pihaknya membuat
posko gabungan yang didalamnya terdiri dari Polsek, Koramil, BPBD, SAR,
Kecamatan dan tim Kesehatan. Menurutnya kemungkinan besok (15/1) sudah
bisa digunakan.
“Untuk
informasi sementara, hingga saat ini berdasarkan hasil pengecekan tim
dari TNI, Polri, BPBD, SAR, Kecamatan dan Puskesmas belum ada korban
jiwa dan terserang penyakit akibat banjir. Pada hari ini, bantuan sudah
mulai dibagikan bantuan kepada warga terdampak banjir,” terangnya.
Sebagai
langkah antisipasi, pihaknya juga berkoordinasi dengan PLN agar
melakukan pemadaman arus listrik lantaran dikhawatirkan adanya aliran
yang terendam.
Sementara
itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Ketapang, Yunifar Purwantoro mengatakan setidaknya sudah ada 500 rumah
yang terendam banjir, termasuk kantor Polsek dan Kantor Koramil.
“Bantuan
segera diberikan, khususnya pada warga yang rumahnya terendam. BPBD
juga sudah menyiapkan beberapa fasilitas untuk warga agar bisa melakukan
aktifitas,” sebutnya.
Sumber : Suara Ketapang
Editor : Diko Eno







