SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda Nasional Banjir Cipinang Melayu Jakarta Timur, Satu Guru Ngaji Meninggal Dunia

Banjir Cipinang Melayu Jakarta Timur, Satu Guru Ngaji Meninggal Dunia

ILUSTRASI – Pemukiman warga yang terendam banjir di kawasan Cipinang Melayu, Kampung Makassar, Jakarta, Senin (20/2).

Jakarta (Suara Kalbar)- Banjir di DKI Jakarta pada hari pertama tahun 2020, Rabu (1/1/2019), kembali menelan korban jiwa. M Ali, lelaki berusia 82 tahun warga Cipinang Melayu, Jakarta Timur, meninggal dunia di tengah kepungan banjir.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, warga Kelurahan Cipinang Melayu RT 4 RW 4 tersebut telah dievakuasi dari kediamannya yang terdampak banjir.

“Korban banjir di antaranya sampai saat ini di Cipinang Melayu ada satu yang meninggal dunia,” kata Yusri saat dikonfirmasi.

Korban diketahui berprofesi sebagai guru mengaji Kelurahan Cipinang Melayu, RT4/RW4. Hanya, belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban.

Yusri mengatakan, ada dua warga lain yang diduga meninggal dunia. Namun, proses evakuasi masih berlangsung dan belum diketahui identitas korban tersebut.

“Korban banjir di antaranya sampai saat ini di Cipinang Melayu sudah ada 1 meninggal dunia, dan diduga masih ada 2 orang yang meninggal dunia dalam upaya evakuasi,” kata Yusri.

Sebelumnya, seorang remaja bernama Arfiqo Aif Ardana (16) tewas di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat hari ini.

Diduga, ia tersengat aliran listrik. Korban diketahui merupakan warga Jalan Panca 8 RT5/RW1 Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Betul ada kejadian itu,” kata Kapolsek Kemayoran Komisaris Saiful Anwar.

Insiden tersebut terjadi Rabu pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Sebab, di kawasan tersebut telah digenangi air sejak pukul 05.00 WIB.

Sumber >> Suara.com

Editor : Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan