Event Sail Berikan Dampak Positif Bagi Kayong Utara
![]() |
| [Istimewa]. |
Kayong Utara (Suara Kalbar) – Pasca perhelatan nasional Sail
Selat Karimata 2016, memberikan dampak positif dalam pertumbuhan pembangunan
dan perekonomian di Kabupaten Kayong Utara.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong
Utara, Hilaria Yusnani dalam paparannya saat menerima kunjungan Asisten Deputi
Bidang Kepariwisataan, Ristek dan Lingkungan Maritim, Sekretariat Kabinet
Rebuplik Indonesia, Arif Khumadi, dan rombongan dalam rangka
tinjauan lapangan dan evaluasi tindak lanjut pelaksanaan Sail Selat Karimata
2016, di Sukadana Selasa (17/12/2019).
“Pasca dilaksanakan kegiatan Sail Selat Karimata 2016,
terjadi perubahan yang cukup signifikan dalam pembangunan di Kabupaten Kayong
Utara. Walapun tidak cepat, namun perkembangan yang terjadi saat ini bergerak
perlahan dan pasti, pendapatan masyarakat meningkat, menyebabkan konsumsi
masyarakat pun meningkat yang menyumbang hampir dari separuh total PDRB,” katanya.
Secara Umum menurut Hilaria, dilihat dari nilai Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga berlaku tahun 2018, meningkat
sebesar 3,8 trilyun rupiah, atau sebesar 8,6 persen dari tahun sebelumnya.
Sedangkan untuk PDRB perkapita, nilanya adalah sebesar 32,06 juta rupiah.
Artinya rata-rata pendapatan satu orang penduduk Kabupaten Kayong Utara selama
setahun ini adalah sebesar 34,25 juta rupiah. Nilai ini meningkat sebesar, 6,83
persen dibanding tahun lalu yang sebesar 32,06 juta rupiah.
“Pada sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kayong Utara relatif
stabil, untuk tahun 2018, sebesar 5,02 persen. Selama periode 2014 sampai
dengan 2018, tetap tumbuh di atas 5 persen, pertumbuhan ekonomi tertinggi
terjadi pada kategori informasi dan komunikasi yang selalu tumbuh di atas
sembilan persen setiap tahunnya. Sedangkan dari sisi permintaan akhir,
pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kayong Utara didominasi pertumbuhan komponen
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT), yang menyumbang lebih dari separuh
total PDR,” ujar Hilaria.
Di sisi pertumbuhan Industri Mikro Kecil dan Rumah Tangga,
juga mengamali kenaikan pasca sail, selain disisi produksi dan nilai investasi.
“Yang paling nyata dari pertumbuhan ini adalah penyerapan lapangan kerja,
dimana pada saat sebelum sail serapan lapangan kerja di bidang ini hanya
sebesar 1.038 orang, dan pasca sail sebanyak 5.201 orang,” kata mantan kepala
Dinas Pendidikan ini.
Sektor Pariwisata juga berkembang pesat, selain jumlah
kunjungan wisatawan yang setiap tahun mengalami kenaikan, munculnya destinasi
wisata baru juga menyumbang pertumbuhan pembangunan dan ekonomi di Kayong
Utara.
Namun Hilaria, masih berharap intervensi pemerintah pusat
untuk membangun di Kayong Utara, karena selama ini aksesibilitas menuju Kayong
Utara masih sulit.
“Saat ini kita sedang mengusulkan pembangunan Bandara
Sukadana, sebagai salah satu alternatif sarana transportasi, dan juga tetap mendorong
pembangunan Jalan Perawas sehingga aksesisbilitas ke Kayong Utara semakin
mudah,”ungkapnya.
Asisten Deputi Bidang Kepariwisataan, Ristek dan Lingkungan
Maritim, Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Arif Khumadi,
mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan evaluasi untuk mengetahui apakah
kegiatan sail ini ada dampaknya kepada masyarakat? makanya harus ada
keberlanjutan. “makanya kita melakukan peninjauan di lokasi-lokasi pelaksanaan
sail ini,” Tuturnya.
“Selain untuk melihat perkembangannya, kita juga meninjau
aset-aset yang telah dibangun oleh Pemerintah Pusat, juga untuk mengetahui
serah terimanya, dan di Kayong saya melihat hampir semuanya sudah dilakukan
serah terima, ini akan kita cek kembali.” ujarnya.
Arif mengingatkan, Sail merupakan stimulan dan harus ada
keberlangsungannya, tidak semata-mata dari pusat tetapi perlu juga dari daerah,
contohnya, pembangunan insfrastuktur sail ini harus bermanfaat untuk
pariwisata, ada kegiatan yang dilakukan sehingga bermanfaat untuk masyarakat dan
dapat mendorong perekonomian.
Dalam pengamatannya, Arif melihat sudah ada perubahan yang
baik di Kayong Utara pasca dilaksanakannya Sail Selat Karimata, beberapa
infrastuktur yang ada saat ini lebih baik dari pada sebelumya. Selain itu ia
juga menyarankan kepada Pemerintah Daerah harus terus membuat atraksi-atraksi.
“Karena pariwisata itu akan diterima karena atraksi, amenitas (fasilitas
pendukung), dan aksesibilitas. Atraksi ini penting untuk menarik wisatawan,
seperti sail, gowes, atau pekan budaya, dan ini sudah menarik untuk menarik
perhatian wisatawan.” kata Arif.
Penulis : Tim Liputan/Win
Editor: Diko ENo






