Gubernur Kalbar : Penguatan Informasi dan Transparansi Cegah Desa Fiktif
![]() |
| Gubernur Kalbar Sutarmidji |
Jakarta (Suara Kalbar) – Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengatakan dalam upaya mewujudkan Desa Mandiri, Pemprov Kalbar telah dilakukan sejumlah kegiatan dan salah satunya adalah Penguatan di bidang Informasi dan Transparansi ke Publik.
“Desa fiktif itu, saya sudah minta dicek. Seharusnya, ada tidak dari masing-masing Bupati harus melaporkan. Sampai hari ini belum ada dan kita punya desa 2.031 petanya semua sudah ada,” kata H Sutarmidji, Senin (11/11/2019) saat menghadiri undangan Wawancara bersama jajaran Redaksi Perum LKBN Antara di Wisma Antara.
Dikatakannya, semua ini bisa dilihat di data Analitik Room milik Pemprov Kalbar. Disitu semua peta Desanya sudah ada. Desa Mandiri warna apa, desa maju warna apa, desa berkembang warna apa, desa tertinggal warna apa dan desa sangat tertinggalnya warna apa dan semuanya ada di situ.
“Jadi. Desa fiktif ini sebetulnya tidak perlu ada dan yang memberi nomor registrasi itu kan Kemendagri dan Desa itu nomor registrasinya sudah ada. Seharusnya Kemendes, Kemendagri dan Kemenkeu itu datanya harus terintegrasi,” pesannya.
Sekarang baru ribut ada Desa hantu, Desa Fiktif dan Desa apalah namanya seharusnya tidak perlu terjadi.
Wilayah Kalimantan itu sangat luas dan yang terluas Papua setelah itu Kaltim, Kalteng dan barulah Kalbar. Penataan Provinsi itu penting untuk Kalimantan dan nantinya kalau tidak kewalahan nanti Ibu Kota Negara ada di Kalimantan tapi Ekosistem dan Tata Kelola Pemerintahan ada di Kalimantan itu bagaimana dan ini bisa mendorong kegiatan Tata Kelola Pemerintah di Ibu Kota Negara.
“Saya berharap, Kalbar bisa pemekaran dan kemudian Kalbar bisa mengambil peran sebagai daerah penunjang. Kalbar sebentar lagi ada pintu eksport dan itu sangat strategis mau ekspor kemana saja bisa dan ke China lebih dekat,” harapnya.
Sekarang, masih kata Sutarmidji, langsung dari Pelabuhan Kijing dan kapal sebesar apapun bisa karena kedalaman lautnya mencapai 14 meter.
Penulis : Tim Liputan
Editor : Dina Wardoyo






