Ibu Kota Negara Pindah Kalimantan, Kalbar Potensi Bangun PLTN
![]() |
| Sekretaris Fraksi PAN Provinsi Kalbar,Ritaudin,SE.[suarakalbar/Ist] |
Melawi ( Suara Kalbar)- Desa Nanga Kalan,Kecamatan Ella Hilir, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalbar menyimpan tambang Uranium yang bisa dikelola oleh Negara untuk dikembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Terlebih,Presiden Jokowi telah mengumumkan pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan. Tepatnya, di Kaltim, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
” Rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan. Sudah tentu akan terjadi peningkatan elektrifikasi yang harus disiapkan oleh pemerintah. dibangunnya PLTN nanti, mungkin bisa jadi solusi kedepan,” saran Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Ritaudin kepada Suarakalbar.co.id, Senin (21/10).
Menurutnya pemindahan ibu kota dapat dipastikan akan meningkatkan permintaan terhadap listrik.
Dilain sisi, masih banyak desa desa di Kalimantan yang belum bisa menikmati hadirnya listrik milik pemerintah yang dikelola oleh PLN saat ini.
Seperti yang dirasakan masyarakat Kabupaten Melawi. Dimana masih ada beberapa kecamatan yang listriknya hidup nya cuma 12 jam/hari , yakni Kecamatan Sayan, Kecamatan Ella Hilir dan Kecamatan Menukung.
”ini harus menjadi prioritas bisa hidup 24 jam. Selain itu juga masih banyak puluhan desa yang memang belum sama sekali meninikmati aliran listrik,” bebernya putra daerah asal Kabupaten Melawi ini.
”Sudah saatnya negara kita berani membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN),” lanjutnya.
Menurutnya PLTN mampu untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam Negeri. Apalagi nuklir merupakan sumber yang mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas yang sangat besar.
”Kita sangat mendukung jika pemerintah provinsi atau pun pusat punya program untuk mengembangkan potensi listrik tenaga Nuklir,” ucap Praktisi asal PAN ini.
Apalagi Kalbar memiliki sumber Daya Alam berupa Uranium. Seperti yang dimiliki kabupaten Melawi.
” Listrik adalah kebutuhan dasar untuk masyarakat,” ujar pria yang akrap disapa Dedek ini.
Penulis : Dea Kusumah Wardhana
Editor : Diko Eno






