Seluas 13.3602 hektar hutan adat dan 1.642 tanah adat diserahkan Jokowi untuk masyarakat Kalbar
![]() |
| Presiden RI, Joko Widodo didampingi Gubernur Kalbar Sutarmidji saat tiba di Bandara Supadio |
Pontianak (Suara Kalbar) – Presiden RI, Joko Widodo tiba di Bandara Supadio Kubu Raya Provinsi Barat.
Disambut teriknya matahari dan kabut asap, sekitar pukul 10.30 Wib bersama rombongan hadir dan langsung disambut
Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Ketua DPD RI, Oesman Sapta Oedang, Kapolda Didi Haryono serta pejabat lainnya.
Jokowi tiba dengan menggunakan pesawat Kepresidenan bersama para mentri.
Dengan menggunakan kemeja putih dan sepatu kets, orang nomor satu di Indonesia itu lantas menyapa seluruh masyarakat yang memadati Bandara Supadio untuk sekedar bersalaman dan swafoto bersama.
Dari Bandara, Jokowi lantas menuju Taman Digulis Kota Pontianak dan melakukan penyerahan TORA dan sertifikat hutan adat. Penyerahan SK diberikan kepada 10 orang untuk sertifikat tora, dan 5 sertifikat untuk hutan adat dengan luas lahan 13.3602 hektar hutan dan 1.642 hektar tanah adat.
Sebanyak 133 ribu hektar tanah juga dibagikan untuk 5200 kepala keluarga.
“Saya berharap masyarakat yang menerima sertifikat dapat memanfaatkan lahan yang ada dengan baik dan produktif, dengan menanam tanaman seperti singkong jengkol dan tanaman lainnya,” ungkap Jokowi di Taman Digulis Pontianak, Kamis (5/9/2019).
Iapun menegaskan tidak akan segan-segan untuk menyabut SK tersebut jika lahan yang diberikan tidak digunakan dengan semestinya.
Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti nurbaya mengatakan tujuan diberikannya sertifikat ini adalah untuk membangun akses.
“Ruang akses kepada hutan harus diberikan untuk kehidupan yg baik dan ini merupakan projek nasional dalam ojbjek program hutan adat dan hutan nasional,” tuturnya.
Menurutnya untuk pengelolaan tanah dari 4,5 juta hektar yang ada, yang telah rampung seluas 2,6 juta atau sekitar 63.
Ia juga berharap dengan adanya sertifikat TORA maka berkeyakinan bahwa hutan yang dikelola lestari untuk
jaminan hukum.
“Selain bisa memperolah manfaat seperti pemerataan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Dina Wardoyo
Editor : Kundori






