Prihatin kabut asap, pelajar NU Sekadau bagikan 1.000 masker
![]() |
| IPNU dan IPNU saat membagikan seribu masker |
Sekadau (Suara Kalbar) – Dua organisasi pelajar NU, yakni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) beserta Ansor dan Banser bagikan 1.000 masker gratis kepada masyarakat, selasa (17/09/2019).
Kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan dan simpati pelajar NU terhadap kondisi asap yang makin memburuk di Kabupaten Sekadau khususnya.
Sekretaris IPNU Sekadau, Ahmad Adi Fuadi mengatakan sebagai pelajar, merasa perihatin dengan kondisi asap yang semakin parah.
“Maka dari itu kami lakukan langkah dengan membagikan masker kepada masyarakat dengan harapan dapat membantu masyarakat dari gangguan penyakit seperti ISPA,”/ujarnya kepada Suarakalbar.co.id.
Dalam kesempatan yang sama, Adi juga menyambut baik keputusan Bupati Sekadau melalui Dinas Pendidikan yang telah meliburkan sekolah.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bupati Sekadau yang telah meliburkan sekolah agar anak-anak pelajar Sekadau bisa terhindar dari bahaya asap,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator kegiatan Fivi Indah Purnamasari mengatakan ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat akibat pencemaran udara di Sekadau dalam waktu beberapa hari ini semakin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Ini bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat Sekadau terutama kepada para pengendara jalan roda dua yang melintas tidak menggunakan masker,” tegasnya.
Fivi juga mengatakan kegiatan pembagian 1.000 masker gratis ini dilakukan disekitar Tugu PKK Sekadau jam 16.00 sore tadi. Ia juga menghimbau agar masyarakat yang keluar rumah untuk selalu menggunakan masker.
“Kepada masyarakat Kota Sekadau khususnya, kami menghimbau agar menggunakan masker saat keluar rumah baik ketika saat berkendara maupun melakukan aktifitas lain,” terangnya.
Terakhir menurutnya, sebagai organisasi pelajar, IPNU dan IPPNU mengecam pihak-pihak yang sengaja membakar lahan.
“Kabut asap pekat yang kita rasakan saat ini, jangan hanya menuntut pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Tetapi masyarakat juga harus berpartisipasi dan lebih peka terhadap lingkungan dengan cara ikut serta menjaga dan tidak membakar lahan sembarangan disekitarnya,” tutupnya.
Penulis : Tambong Sudiyono
Editor : Dina Wardoyo





